Kamis, 02 September 2010

HUBUNGAN IKLIM DENGAN MANUSIA

Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang. Studi tentang iklim dipelajari dalam meteorologi. Iklim di bumi sangat dipengaruhi oleh posisi matahari terhadap bumi. Terdapat beberapa klasifikasi iklim di bumi ini yang ditentukan oleh letak geografis. Secara umum kita dapat menyebutnya sebagai iklim tropis, lintang menengah dan lintang tinggi. Ilmu yang mempelajari tentang iklim adalah klimatologi.
Iklim sangat mempengaruhi cara hidup manusia seperti model pakaian, bentuk rumah, alat perhubungan, jenis tumbuhan atau hewan yang dimakan, dsb.Oleh karena itu sifat manusia dan binatang di suatu daerah berbeda dengan daerah lainnya,
Dalam hal berpakaian misalnya orang yang tinggal di daerah yang beriklim kutub maka ia akan menggunakan pakaian yang tebal berbeda dengan orang yang tinggal di daerah yang beriklim tropis maka ia akan menggunakan pakaian yang tidak begitu tebal seperti yang digunakan oleh orang yang tinggal di daerah kutub.
Keadaan iklim suatu daerah juga mempengaruhi bentuk rumahnya. Seperti arsitektur bangsa Eskimo yang tinggal di daerah iklim kutub tentu berbeda dengan bangsa yang tinggal di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Arsitektur bangsa Eskimo biasa di sebut iglo. Rumah bangsa Eskimo memperlihatkan bagaimana arsitektur memecahkan iklim setempat (dengan suhu sangat rendah) serta memanfaatkan material setempat plus teknologi sederhana yang dikenal masyarakat setempat. Dengan rancangan semacam ini, tanpa bantuan pemanas ruang, suhu udara ruang di dalam dapat mencapai sekitar 20oC ketika suhu udara di luar berkisar pada –15o . Sedangkan di daerah iklim subtropis bangunan dibuat dengan dinding rangkap yang tebal, dengan penambahan bahan isolasi panas di antara kedua lapisan dinding sehingga panas di dalam bangunan tidak mudah dirambatkan ke udara luar. Dan di daerah tropis umumnya rumah terbuat dari kayu karena daerah tropis banyak di tumbuhi hutan jadi lebih mudah untuk mencari bahan rumah.
Selain dari cara berpakaian dan arsitektur, iklim juga menentukan jenis tanaman yang bisa tumbuh. Iklim membatasi pertumbuhan tanaman di muka bumi, karena itu iklim membatasi hasil panen. Hewan juga tanggap terhadap perbedaan iklim, baik secara fisiologis maupun berdasarkan atas pakan ternak. Jadi jelas iklim sangat bermanfaat bagi kehidupan di bumi, terutama bagi makhluk hidup. Selain faktor –faktor edafik atau kondisi fisiografi yang berhubungan dengan ketinggian dan relief muka bumi. Faktor iklim yang sangat menentukan, diantaranya suhu udara, kelembapan, curah hujan dan angin.
Misalnya daerah yang beriklim tropis sebagian besar wilayahnya di tumbuhi oleh hutan hujan tropis yang dicirikan dengan pohon yang selalu hijau sepanjang tahun, lingkar pohon yang besar dan tanah yang lembab.Sedangkan di daerah yang beriklim kutub sebagian besar atau bahkan hampir seluruhnya ditutupi oleh salju.
Dengan berbedanya vegetasi yang tumbuh tentu saja tanaman yang ditanam dan digunakan untuk sumber makanan akan berbeda pula. Misalnya orang yang tinggal di iklim tropis sebagian besar akan menanam tanaman yang sesuai dengan iklim yang ada si daerah tropis seperti padi dan jagung. Sedangkan orang yang tinggal di daerah subtropics kebanyakan dari mereka mengkonsumsi daging dan roti sebagai makanan utama.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Iklim
http://www.nanampek.nagari.or.id/a36.html
http://www.facebook.com/topic.php?uid=367572605117&topic=13717

GEOGRAFI TRANSPORT

A. Pengertian Geografi Transportasi
Sebelum mendefinisikan geografi transportasi, ada baiknya mengetahui pengertian dari geografi dan transportasi.
Geografi merupakan studi yang mempelajari fenomena alam dan manusia dan keterkaitan keduanya di permukaan bumi dengan menggunakan pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah.Sedangkan transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah wahana yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Dari dua pengertian antara geografi dan transportasi dapat dipadukan menjadi pengertian geografi transportasi yaitu diskripsi yang menyeluruh antara aspek manusia dan aspek alat baik dari tenaga maupun dari lingkungan sekitar seperti alat transportasi memakai tenaga hewan.

B. Kajian Geografi Transportasi
Fokus kajiannya adalah interelasi, interaksi dan integrasi antara aspek alam dan manusia dalam suatu ruang tertentu. Dan mempunyai tujuan mempermudah komunikasi.

C. Peranan Transportasi
1. Peranan Transportasi dalam Peradaban Manusia
Perpindahan penduduk dan barang sudah seumur dengan sejarah manusia itu sendiri. Manusia pada mulanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam mencari makanan sambil membawa milik mereka yang jumlahnya belum begitu banyak. Perpindahan yang terbatas itu merupakan suatu awal dari cara manusia untuk memnuhi kebutuhan hidupnya.
2. Peranan Transportasi dalam Ekonomi
Ekonomi berhubungan dengan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa yang memiliki nilai bagi manusia. Penduduk harus mempergunakan sumber daya alam di bumi ini untuk memnuhi kebutuhan hidup, menyediakan makanan, pakaian dan tempat tinggal. Tetapi, sumber daya alam di muka bumi ini tidak merata sehingga tidak ada satu daerah pun yang dapat memnuhi kebutuhannya sendiri. Oleh sebab itu, transportasi sangat di butuhkan untuk memindahkan seseorang ataupun benda dari satu tempat ke tempat lainnya.
3. Peranan Transportasi dalam Terbentuknya Pemukiman
Manusia pada mulanya hidup secara berpindah-pindah (nomaden) untuk mencari makanan. Merka membawa serta kepunyaan mereka yang terbatas dengan bantuan alat transportasi yang masih sangat sederhana.
Dengan adanya transportasi maka akan timbul pemukiman yang berada pada jalur atau tempat-tempat tertentu seperti pinggir sungai atau laut (sebab pada masa dahulu transportasi air paling mudah).
Pemukiman pada awalnya berukuran relative kecil, karena daerahnya cukup terbatas untuk mendapatkan bahan kebutuhan hidup sebagai pendukung pemukiman itu.Dengan bertambahnya penduduk, makin meningkatnya pelayanan transportasi maka pemukiman pun bertambah ramai.


4. Peranan Transportasi dalam Politik
Dunia terbagi atas berbagai satuan politis baik brupa Negara, daerah (otonom), maupun regional. Untuk dapat mengawasi atau mengamankan daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan, peranan transportasi sangat penting. Lancar/tidak lancarnya roda pemerintahan sangat tergantung pada transportasi. Kunjungan pejabat pemerintahan ke suatu daerah dapat terlaksana dengan baik kalau tersedia transportasi yang memadai.
Fungsi utama dari transportasi dalam politik adalah penyediaan komunikasi berupa penyampaian pesan atau informasi dari satu tempat ke tempat lain. Pada zaman dahulu penyediaan transportasi adalah untuk gerakan militer.
Fungsi transportasi yang lain adalah penyediaan prasarana dan sarana untuk perjalanan penduduk dan mengangkut barang-barang.
5. Peranan Transportasi terhadap Lingkungan
Salah satu akibat sampingan dari transportasi yagn sangat tidak kita inginkan adalah polusi lingkungan alamiah. Bentuk yang paling berbahaya dan sukar untuk ditangani adalah pengotoran udara oleh berbagai partikel dan gas. Semua bentuk transportasi mengakibatkan polusi, kendaraan yang mengguanakan mesin dengan pembakaran merupakan penyebab polusi yang paling besar, terutama di daerah-daerah yang [adat mengakibatkan gangguan kesehatan.
Bentuk polusi lain yang cukup mengganggu adalah kebisingan. Masalah ini sering muncul di sekitar jalan dimana kendaraan beroperasi dengan kecepatan tinggi. Kebisingan yang datangnya dari sumber-sumber ini dapat mengganggu lingkungan yang butuh ketenangan seperti kediaman, sekolah dan rumah sakit.

6. Peranan Transportasi dalam Tata Ruang Kota dan Wilayah
Selain peranan transportasi yang telah disebutkan di atas, transportasi juga memiliki peranan dalam tata ruang kota dan wilayah. Karena perencanaan transportasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perencanaan kota dan wilayah. Rencana kota tanpa mempertimbangkan keadaan dan pola transportasi yang akan terjadi sebagai akibat dari rencana itu sendiri, akan menghasilkan kesemrawutan lalu lintas di kemudian hari. Akibat lebih lanjut adalah meningkatnya jumlah kecelakaan, pelanggaran, dan menurunnya sopan-santun berlalu-lintas, serta meningkatnya pencemaran udara.

Sumber:
Mbina Pinem, 2007. Geografi Transport.FAKULTAS ILMU SOSIAL.UNIMED.
http://tugasakhiramik.blogspot.com/2009/10/pengertian-transportasi.html

Selasa, 04 Mei 2010

GLOBE

A. Pengertian globe
Globe adalah bola dunia berukuran kecil dalam bentuk tiga dimensi dengan kemiringan 66 1/2 derajat pada garis ekliptika (bidang edar bumi)dan dengan kemiringan 23 1/2 dari matahari, pemasangan globe seperti ini menunjukan pula posisi kedudukan bumi yang sebenarnya. Globe juga bisa disebut sebagai model tiruan bumi yang memberikan gambaran bentuk bumi sehingga mendekati bentuk sebenarnya. Kata "globe" berasal dari kata "globus" (bahasa Latin) yang berarti bola yang bulat. Sama halnya dengan peta, pada globe juga dicantumkan jari-jari garis lintang maupun garis bujur. Equator membagi bola bumi menjadi dua bagian utara dan selatan yang sama besar.
Globe adalah skala model tiga-dimensi bumi (terrestrial globe) atau benda angkasa lain bulat seperti planet, bintang, atau bulan. Ini juga merujuk kepada representasi bola dari lingkup surgawi, jelas menunjukkan posisi bintang-bintang dan gugusan bintang di langit (langit dunia).Kata "dunia" berasal dari Globus kata Latin, yang berarti massa bulat atau bola.Globe adalah skala model tiga-dimensi bumi (terrestrial globe) atau benda angkasa lain bulat seperti planet, bintang, atau bulan. Ini juga merujuk kepada representasi bola dari lingkup surgawi, jelas menunjukkan posisi bintang-bintang dan gugusan bintang di langit (langit dunia). Kata "dunia" berasal dari Globus kata Latin, yang berarti massa bulat atau bola.



B. Garis Lintang dan Garis Bujur globe
Globe Sebuah globe yang ditempatkan pada tempatnya seperti pada gambar tersebut dapat diputar-putar. Hal itu melambangkan bahwa bumi berputar pada porosnya (rotasi). Gerakan rotasi bumi dan Kutub Utara-Selatan merupakan grid geografi. Grid geografi ini terdiri atas sejumlah garis utara-selatan dan timur-barat. Grid yang menghubungkan kutub-kutub bumi disebut meridian atau bujur. Garis bujur besarnya antara 0° - 360°. Bujur 0° dimulai di Greenwich, sebuah kota di timur Kota London, Inggris. Garis bujur yang berada di sebelah barat Greenwich disebut garis bujur barat (BB), besarnya 0°--180°. Garis yang berada di sebelah timur Greenwich disebut garis bujur timur (BT), besarnya 0° - 180°. Garis bujur digunakan untuk menentukan waktu dan tanggal. Garis bujur 0° ditetapkan sebagai titik awal perhitungan waktu internasional yang dikenal sebagai waktu Greenwich Mean Time (GMT). Pertemuan antara garis 180° BB dan 180° BT ditetapkan sebagai garis batas tanggal internasional. Grid yang menghubungkan arah timur-barat sejajar Equator disebut pararel atau lintang. Garis lintang yang berada di utara Equator disebut garis lintang utara (LU). Garis lintang yang berada di sebelah selatan Equator disebut garis lintang selatan (LS). Garis lintang besarnya antara 0° - 90°.
1. Dari garis lintang dan garis bujur dapat kamu tentukan letak suatu daerah berdasarkan koordinat garis lintang dan garis bujur.
Contoh: Indonesia berada pada 6° LU–11° LS dan 95° BT–141° BT.
2. Garis bujur membantu membandingkan perbedaan daerah waktu di Bumi.
Garis bujur berguna untuk menentukan waktu di permukaan Bumi. Setiap 15° garis bujur mempunyai selisih waktu 1 jam atau 60 menit. #: Untuk menentukan waktu berpedoman pada waktu Greenwich, GMT atau Greenwich Mean Time.

C. Globe sebagai Miniatur Bumi
Globe merupakan miniatur Bumi sehingga dengan globe dapat ditunjukkan bentuk Bumi yang sebenarnya.
Globe memiliki banyak manfaat dan dapat digunakan sebagai alat untuk memperagakan kejadian-kejadian di Bumi seperti,
1. Rotasi Bumi
2. Revolusi Bumi
3. Gerhana bulan dan Gerhana Matahari
Berdasarkan penelitian para ahli ternyata bumi tidaklah bulat sempurna, tetapi pepat pada kedua kutubnya, akibat rotasi bumi.
Menurut Havyford, (1909):
Jari-jari bumi di ekuator = 6378 km.
Jari-jari bumi di kutub = 6357 km
Keliling ekuator (lintang 0°) = 24.900 mil.
Keliling meredian = 24.860 mil
Kedudukan globe adalah condong atau miring terhadap bidang datar. Kemiringan bumi tersebut meniru keadaan aslinya yaitu miring terhadap bidang lintasannya ketika beredar mengelilingi matahari. Kemiringan tersebut diukur dari kemiringan sumbu bumi yang membentuk sudut sebesar 66½° terhadap bidang datar (bidang horisontal).

D. Kedudukan globe
Globe tidak dipasang secara vertikal atau tegak lurus, tetapi sumbu bumi dipasang dengan kemiringan 66" 30' terhadap bidang horizontal. Hal ini dimaksudkan agar posisi globe sama dengan posisi bumi sesungguhnya.
Kedudukan globe (Sumber : BSE)
Bujur utama adalah meredian Greenwich terdapat dekat London di Inggris. Meredian Greenwich disebut juga meredlan 0°. Greenwich ke arah barat diaebut Bujur Barat (BB) dan Greenwich kearah timur disebuf BujurTimur (BT). Besarnya bujur adalah 0° -160° baik kearah barat maupun ke arah timur.
Garis lintang utama adalah Equator atau Khatulistiwa yang merupakan pangkal. Equator ke arah ulara disebut Lintang Utara (LU), sedangkan equator ke selatan disebut garis Lintang Selalan (LS) Garis lintang dimulai darl 0° di equator/khaltulistiwa – 90° di kutub.
Globe tidak dipasang secara vertikal atau tegak lurus, tetapi sumbu bumi dipasang dengan kemiringan 66" 30' terhadap bidang horizontal. Hal ini dimaksudkan agar posisi globe sama dengan posisi bumi sesungguhnya.
Bujur utama adalah meredian Greenwich terdapat dekat London di Inggris. Meredian Greenwich disebut juga meredian 0°. Greenwich ke arah barat diaebut Bujur Barat (BB) dan Greenwich kearah timur disebuf BujurTimur (BT). Besarnya bujur adalah 0° -160° baik kearah barat maupun ke arah timur.
Garis lintang utama adalah Equator atau Khatulistiwa yang merupakan pangkal. Equator ke arah ulara disebut Lintang Utara (LU), sedangkan equator ke selatan disebut garis Lintang Selalan (LS) Garis lintang dimulai darl 0° di equator/khaltulistiwa – 90° di kutub.

E. Kegunaan Globe
Globe dapat digunakan untuk :
a. menentukan/merencanakan perjalanan jauh melalui udara dan laut,
b. mengikuti kejadian yang berkaitan dengan gempa bumi dan arus samudera dengan lebih mudah
c. melihat hubungan lautan-lautan, kontinen-kontinen, daerah-daerah Kutub
d. memahami konsep yang mendasar tentang perbedaan waktu, iklim, musim, dan pembagian zona waktu.
e. memperagakan arah rotasi bumi yaitu dari barat ke timur
f. memperagakan terjadinya siang dan malam
g. menunjukkan bentuk muka bumi yang sebenarnya dan memperlihatkan permukaan secara utuh.
h. menunjukkan sistem koordinat bola bumi.
Mencari informasi pada globe
Berdasarkan garis bujur dan garis lintangnya globe dapat memberikan informasi di antaranya:
1. Lokasi suatu tempat
2. perbedaan waktu yang berbeda bujurnya
3. perbedaan iklim bagi daerah yang berbeda lintangnya.

Jumat, 30 April 2010

BENTUKLAHAN ASAL PROSES EOLIN

Bentuklahan asal proses eolin dapat terbentuk dengan baik jika memiliki persyaratan sebagai berikut :
1. Tersedia material berukuran pasir halus hingga pasir kasar dengan jumlah yang banyak
2. Adanya periode kering yang panjang dan tegas
3. Adanya angin yang mampu mengangkut dan mengendapkan bahan pasir tersebut
4. Gerakan angin tidak banyak terhalang oleh vegetasi maupun objek yang lain.
Endapan oleh angin terbentuk oleh adanya pengikisan,pengangkutan dan pengendapan bahan-bahan tidak kompak oleh angin. Endapan karena angin yang paling utama adalah gumuk pasir(sandunes),dan endapan debu(loose). Kegiatan angin mempunyai dua aspek utama,yaitu bersifat erosif dan deposisi. Bentuklahan yang berkembang terdahulu mungkin akan berkembang dengan baik apabila di padang pasir terdapat batuan. Pada hakekatnya bentuklahan asal proses eolin dapat dibagi menjadi 3, yaitu :
1. Erosional, contohnya : lubang angin dan lubang ombak
2. Deposisional, contohnya : gumuk pasir (sandunes)
3. Residual , contohnya : lag deposit, deflation hollow , dan pans
Contoh bentuk lahan asal proses eolin :
1. Gumuk Pasir atau Sandunes
Gumuk pasir adalah gundukan bukit atau igir dari pasir yang terhembus angin. Gumuk pasir dapat dijumpai pada daerah yang memiliki pasir sebagai material utama, kecepatan angin tinggi untuk mengikis dan mengangkut butir-butir berukuran pasir, dan permukaan tanah untuk tempat pengendapan pasir, biasanya terbentuk di daerah arid (kering).

Bentuk gumuk pasir bermacam-macam tergantung pada faktor-faktor jumlah dan ukuran butir pasir, kekuatan dan arah angin, dan keadaan vegetasi. Bentuk gumuk pasir pokok yang perlu dikenal adalah bentuk sabit (barchans),melintang (transverse), memanjang (longitudinal dune), parabola (parabolik), bintang (star dune).
Morfologi


Secara garis besar, ada dua tipe gumuk pasir, yaitu free dunes (terbentuk tanpa adanya suatu penghalang) dan impedeed Dunes (yang terbentuk karena adanya suatu penghalang).Beberapa tipe gumuk pasir:

a. Gumuk Pasir sabit (barchan)

Gumuk pasir ini bentuknya menyerupai bulan sabit dan terbentuk pada daerah yang tidak memiliki barrier.(penghalang) Besarnya kemiringan lereng daerah yang menghadap angin lebih landai dibandingkan dengan kemiringan lereng daerah yang membelakangi angin, sehingga apabila dibuat penampang melintang tidak simetri. Ketinggian gumuk pasir barchan umumnya antara 5 – 15 meter. Gumuk pasir ini merupakan perkembangan, karena proses eolin tersebut terhalangi oleh adanya beberapa tumbuhan, sehingga terbentuk gumuk pasir seperti ini dan daerah yang menghadap angin lebih landai dibandingkan dengan kemiringan lereng daerah yang membelakangi angin.

b . Gumuk Pasir Melintang (transverse dune)

Gumuk pasir ini terbentuk di daerah yang tidak berpenghalang dan banyak cadangan pasirnya. Bentuk gumuk pasir melintang menyerupai ombak dan tegak lurus terhadap arah angin. Awalnya, gumuk pasir ini mungkin hanya beberapa saja, kemudian karena proses eolin yang terus menerus maka terbentuklah bagian yang lain dan menjadi sebuah koloni. Gumuk pasir ini akan berkembang menjadi bulan sabit apabila pasokan pasirnya berkurang.

c. Gumuk Pasir Parabolik

Gumuk pasir ini hampir sama dengan gumuk pasir barchan akan tetapi yang membedakan adalah arah angin. Gumuk pasir parabolik arahnya berhadapan dengan datangnya angin. Awalnya, mungkin gumuk pasir ini berbentuk sebuah bukit dan melintang, tetapi karena pasokan pasirnya berkurang maka gumuk pasir ini terus tergerus oleh angin sehingga membentuk sabit dengan bagian yang menghadap ke arah angin curam.

d. Gumuk Pasir Memanjang (longitudinal dune)

Gumuk pasir memanjang adalah gumuk pasir yang berbentuk lurus dan sejajar satu sama lain. Arah dari gumuk pasir tersebut searah dengan gerakan angin. Gumuk pasir ini berkembang karena berubahnya arah angin dan terdapatnya celah diantara bentukan gumuk pasir awal, sehingga celah yang ada terus menerus mengalami erosi sehingga menjadi lebih lebar dan memanjang.

e. Gumuk Pasir Bintang (star dune)

Gumuk pasir bintang adalah gumuk pasir yang dibentuk sebagai hasil kerja angin dengan berbagai arah yang bertumbukan. Bentukan awalnya merupakan sebuah bukit dan disekelilingnya berbentuk dataran, sehingga proses eolin pertama kali akan terfokuskan pada bukit ini dengan tenaga angin yang datang dari berbagai sudut sehingga akan terbentuk bentuklahan baru seperti bintang. Bentuk seperti ini akan hilang setelah terbentuknya bentukan baru disekitarnya.

2. Loess
Loess adalah bentuklahan asal proses eoline yang terbentuk dari bahan endapan angin yang berukuran debu oleh erosi angin yang berasal dari daerah gurun dan pada umumnya tidak berlapis. Bentuk lahan ini kemungkinan juga mengandung pasir halus dan liat. Bahan seperti loess ini menutupi 1/10 daratan di muka bumi. Loess umumnya berwarna kuning dengan sekurang kurangnya 60%-70% partikel berukuran debu dan bertekstur geluh berdebu atau geluh liat berdebu. Loess cenderung pecah-pecah pada sepanjang bidang vertical apabila terkuak oleh erosi air atau aktivitas manusia. Akibatnya banyak bidang vertical yang stabil yang mencapai ketinggian 6 m terdapat pada daerah loess di sepanjang sisi lembah dan galian untuk jalan.

Selasa, 20 April 2010

PERMASALAHAN PENDUDUK

A.DEFINISI PENDUDUK
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
1. Orang yang tinggal di daerah tersebut
2. Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

B.PERMASALAHAN PENDUDUK
Permasalahan penduduk di Indonesia:
Masalah akibat angka kelahiran
Jika fertilitas semakin meningkat maka akan menjadi beban pemerintah dalam hal penyediaan aspek fisik misalnya fasilitas kesehatan.Selain itu pertumbuhan penduduk akan semakin meningkat tinggi akibatnya bagi suatu negara berkembang akan menunjukkan korelasi negatif dengan tingkat kesejahteraan penduduknya.
• Masalah akibat angka kematian
Semakin bertambah angka haerapan hidup berarti perlu adanya peran pemerintah dalam menyediakan fasilitas penampungan dan penyediaan gizi yang memadai bagi anak balita.Sebaliknya apabila tingkat mortalitas tinggi akan berdampak terhadap reputasi indonesia di mata dunia.
• Masalah Jumlah Penduduk
Masalah yang timbul akibat jumlah penduduk adalah aspek ekonomi dan pemenuhan kebutuhan hidup keluarga karena banyaknya beban tanggungan sehingga sulit untuk memenuhi gizi yang dibutuhkan.
• Masalah mobilitas Penduduk
Pertumbuhan penduduk perkotaan selalu menunjukkan peningkatan yang terus menerus hal ini disebabkan pesatnya perkembangan ekonomi dengan perkembngan industri pertumbuhan sarana dan prasarana jalan perkotaan.
Selain itu, semakin banyak terjadi urbanisasi karena orang-orang desa yang dulunya kecukupan pangan namun tidak menikmati pembangunan mulai berbondong-bondong pindah ke kota. Generasi muda tidak ada yang mau menjadi petani.

• Masalah Kepadatan Penduduk
Ketidakseimbangan kepadatan penduduk ini mengakibatakan ketidakmerataan pemangunan bai fisik maupun nonfisik yang selanjutnya mengakibatkan keinginan pindah semakin tinggi.

C. DAMPAK PERMASALAHAN PENDUDUK TERHADAP ASPEK PEMBANGUNAN DAN LINGKUNGAN

1.Permasalahan Penduduk Terhadap Pembangunan
Permasalahan kualitas penduduk dan dampaknya terhadap pembangunan. Berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kualitas penduduk dan dampaknya terhadap pembangunan adalah sebagai berikut:
# Masalah tingkat pendidikan
Keadaan penduduk di negara-negara yang sedang berkembang tingkat pendidikannya relatif lebih rendah dibandingkan penduduk di negara-negara maju, demikian juga dengan tingkat pendidikan penduduk Indonesia.Rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia disebabkan oleh:
1. Tingkat kesadaran masyarakat untuk bersekolah rendah.
2. Besarnya anak usia sekolah yang tidak seimbang dengan penyediaan sarana pendidikan.
3. Pendapatan perkapita penduduk di Indonesia rendah.
Dampak yang ditimbulkan dari rendahnya tingkat pendidikan terhadap pembangunan adalah:
1. Rendahnya penguasaan teknologi maju, sehingga harus mendatangkan tenaga ahli dari negara maju. Keadaan ini sungguh ironis, di mana keadaan jumlah penduduk Indonesia besar, tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhan tenaga ahli yang sangat diperlukan dalam pembangunan.
2. Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan sulitnya masyarakat menerima hal-hal yang baru. Hal ini nampak dengan ketidakmampuan masyarakat merawat hasil pembangunan secara benar, sehingga banyak fasilitas umum yang rusak karena ketidakmampuan masyarakat memperlakukan secara tepat. Kenyataan seperti ini apabila terus dibiarkan akan menghambat jalannya pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah mengambil beberapa kebijakan yang dapat meningkatkan mutu pendidikan masyarakat.
Usaha-usaha tersebut di antaranya:
• Pencanangan wajib belajar 9 tahun.
• Mengadakan proyek belajar jarak jauh seperti SMP Terbuka dan Universitas Terbuka.
• Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan (gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain).
• Meningkatkan mutu guru melalui penataran-penataran.
• Menyempurnakan kurikulum sesuai perkembangan zaman.
• Mencanangkan gerakan orang tua asuh.
• Memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi.
# Masalah kesehatan
Tingkat kesehatan suatu negara umumnya dilihat dari besar kecilnya angka kematian, karena kematian erat kaitannya dengan kualitas kesehatan.
Kualitas kesehatan yang rendah umumnya disebabkan:
1. Kurangnya sarana dan pelayanan kesehatan.
2. Kurangnya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
3. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan.
4. Gizi yang rendah.
5. Penyakit menular.
6. Lingkungan yang tidak sehat (lingkungan kumuh).
Dampak rendahnya tingkat kesehatan terhadap pembangunan adalah terhambatnya pembangunan fisik karena perhatian tercurah pada perbaikan kesehatan yang lebih utama karena menyangkut jiwa manusia. Selain itu, jika tingkat kesehatan manusia sebagai objek dan subjek pembangunan rendah, maka dalam melakukan apa pun khususnya pada saat bekerja, hasilnya pun akan tidak optimal.
Untuk menanggulangi masalah kesehatan ini, pemerintah mengambil beberapa tindakan untuk meningkatkan mutu kesehatan masyarakat, sehingga dapat mendukung lancarnya pelaksanaan pembangunan. Upaya-upaya tersebut di antarnya:
1. Mengadakan perbaikan gizi masyarakat.
2. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
3. Penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan.
4. Membangun sarana-sarana kesehatan, seperti puskesmas, rumah sakit, dan lain-lain.
5. Mengadakan program pengadaan dan pengawasan obat dan makanan.
6. Mengadakan penyuluhan tentang kesehatan gizi dan kebersihan lingkungan.
# Masalah tingkat penghasilan/pendapatan
Tingkat penghasilan/pendapatan suatu negara biasanya diukur dari pendapatan per kapita, yaitu jumlah pendapatan rata-rata penduduk dalam suatu negara.
Negara-negara berkembang umumnya mempunyai pendapatan per kapita rendah, hal ini disebabkan oleh:
1. Pendidikan masyarakat rendah, tidak banyak tenaga ahli, dan lain-lain.
2. Jumlah penduduk banyak.
3. Besarnya angka ketergantungan.
Berdasarkan pendapatan per kapitanya, negara digolongkan menjadi 3, yaitu:
1. Negara kaya, pendapatan per kapitanya > US$ 1.000.
2. Negara sedang, pendapatan per kapitanya = US$ 300 – 1.00.
3. Negara miskin, pendapatan per kapitanya < US$ 300.
Adapun dampak rendahnya tingkat pendapatan penduduk terhadap pembangunan adalah:
1. Rendahnya daya beli masyarakat menyebabkan pembangunan bidang ekonomi kurang berkembang baik.
2. Tingkat kesejahteraan masyarakat rendah menyebabkan hasil pembangunan hanya banyak dinikmati kelompok masyarakat kelas sosial menengah ke atas.
Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat (kesejahteraan masyarakat), sehingga dapat mendukung lancarnya pelaksanaan pembangunan pemerintah melakukan upaya dalam bentuk:
1. Menekan laju pertumbuhan penduduk.
2. Merangsang kemauan berwiraswasta.
3. Menggiatkan usaha kerajinan rumah tangga/industrialisasi.
4. Memperluas kesempatan kerja.
5. Meningkatkan GNP dengan cara meningkatkan barang dan jasa.

2.Permasalahn Penduduk Terhadap Lingkungan
Populasi manusia adalah ancaman terbesar dari masalah lingkungan hidup di Indonesia dan bahkan dunia. Setiap orang memerlukan energi, lahan dan sumber daya yang besar untuk bertahan hidup. Kalau populasi bisa bertahan pada taraf yang ideal, maka keseimbangan antara lingkungan dan regenerasi populasi dapat tercapai. Tetapi kenyataannya adalah populasi bertumbuh lebih cepat dari kemampuan bumi dan lingkungan kita untuk memperbaiki sumber daya yang ada sehingga pada akhirnya kemampuan bumi akan terlampaui dan berimbas pada kualitas hidup manusia yang rendah.
Lonjakan penduduk yang sangat tinggi atau baby booming di Indonesia akan berdampak sangat luas, termasuk juga dampak bagi ekologi atau lingkungan hidup. Hal itu dapat mengganggu keseimbangan, bahkan merusak ekosistem yang ada. Menurut Poo Tjian Sie, coordinator Komunitas Tionghoa Peduli Lingkungan Hidup, lingkungan hidup adalah kesatuan ekosistem atau system kehidupan yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, (tatanan alam),dan makhluk hidup, termasuk manusia dengan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Pertumbuhan penduduk akan berakibat pada banyak aspek kehidupan, pendidikan, ketenaga-kerjaan, dan lingkungan hidup. Semakin banyak penghuni planet bumi, semakin banyak pula bahan makanan, air, energi, dan papan, yang dibutuhkan oleh manusia. Ini berarti banyak pula tanah yang harus diolah, pemakaian pupuk peptisida, makin merosotnya kualitas air, harus membangun proyek-proyek pembangkit tenaga listrik, dan pemompaan sumur-sumur minyak.
Akibatnya semakin merosotnya erosi tanah, polusi air, udara, dan tanah. Dengan demikian jelas bahwa yang terjadi adalah kapasitas produksi bahan makan merosot, masalah-masalah kesehatan semakin kompleks akibat dari polusi dan sanitasi yang buruk, berkurangnya habitat sehingga menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan menurunnya kualitas hidup manusia. Pemukiman yang paling umum adalah di pedesaan, namun karena di pedesaan mendapatkan pekerjaan sulit, lahan warisan makin lama makin terbagi, dan lahan makin tidak subur. Sementara di kota tersedia kesempatan kerja yang lebih besar, tersedia pelayanan pendidikan dan pelayanan umum yang lebih baik, semua ini mendorong banyak orang untuk pindah ke kota.

Sabtu, 17 April 2010

DEFINISI GEOGRAFI

Definisi geografi ini bertujuan untuk memberikan batasan terhadap ilmu geografi karena batasan suatu ilmu pengetahuan biasa di sebut dengan definisi atau pengertian. Banyak orang yang masih awam mempunyai persepsi yang tidak tepat mengenai isi atau materi yang dipelajari dalam bidang studi geografi.
Berikut ini akan dipaparkan beberapa definisi geografi menurut beberapa para ahli sebagai berikut:
Menurut R.Harstorne dalam bukunya Perspective on the Nature of Geography (London: Murray,1959)
"Geografi berkepentinagn untuk memberikan deskripsi yang teliti, beraturan dan rasional tentang sifat variabel dari permukaan bumi.
Menurut E.A.Ackerman dalam Annals of the Association of Amercan Geograph, Vol.53 1953
"Tujuannya tidak lain adalah suatu pengertian tentang sistem yang berinteraksi cepat yang mencakup semua budaya manusia dan lingkungan alamiahnya di permukaan bumi.
Menurut M.Yeates dalam Introduction to Quantitative Analisis in Economi Geography, Englewood Cliffd, N.J. Prentice hall. 1968 "Geografi suatu ilmu yang memperhatikan perkembangan rasional dan lokasi dari berbagai sifat (yang beranekaragam) di permukaan bumi.
MEnurut hasil Seminar para pakar Geografi Indonesia di Semarang, 1988
"Georafi adalah ilmu pengetahuan mengenai perbedaan dan persamaan gejala alam dan kehidupan di muka bumi serta interaksi antara manusia dan lingkungannya dalam konteks keruangan dan kewilayahan.

Persepsi yang tidak tepat dari orang awam yang telah dikatakan di atas adalah persepsi tentang pelajaran geografi yang secara garis besar ada tiga yaitu,
Pertama,Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang memppelajari nama-nama sungai, pegunungan, pulau, kota dan negara-negara termasuk luas beserta jumlah penduduk.
Kedua,Geografi adlah identik dengan peta, sehingga ada persepsi bahwa mempelajari geografi berarti belajar membuat peta
Ketiga,Geografi tugasnya adalah mencatat hal-hal unik dari berbagai tempat di muka bumi.