Sabtu, 26 Maret 2011

TEORI STRUKTUR PERKOTAAN

A. Theory Dari Burgess

Teori ini berasal dari telaah burgess atas struktur kota besar Chicago pada tahun 20-an yang kemudian diterbitkan berupa bukunya the city (1925). Sosiolog beraliran human ekologi ini mengemukakan bahwa kota-kota itu memekarkan diri bermula dari pusat ahlinya, sehingga nantinya oleh datangnya tambahan penduduk secara bertahap meluas ke wilayah-wilayah tepi dan keluar. Setiap aat pengamat dapat menemukan zone-zone beberapa buah yang bentuknya konsentrasi sehingga ini kepada kota-kota di pedalaman memberikan sruktur bergelang mengikuti aluran air ini nampak misalnya pada kota Amsterdam.
Teory burgess di atas dapat dibuktikan kebenarannya hanya di Negara-negara barat yang maju masyarakatnya ditambah lagi dengan syarat kondisi topografi lokal yang menguntungkan bagi rute komunikasi.
Menurut buku Struktur Tata Ruang Kota (Hadi Sabari Yunus) teory burgess ternyata banyak mempengaruhi perkembangan study kota selanjutnya. Ada beberapa ahli yang tidak menyetujui teori burgess ini . kelompok ini mengemukakan 4 alasan mengapa teori konsentris tidak disetujui yaitu:
1. Adanya pertentangan antara gradients dengan zonal boundaries.
Kritik ini mulai muncul dari Davie yang menyatakan bahwa gambaran konsentris sempurna seperti itu tidak sesuai dengan kenyataan. Adanya gradasi perubahan variabel-variabel dari pusat kota ke arah luar ternyata tidak jelas terlihat dari zona yang satu ke zona yang lain berikutnya. Kalau seandainya zonal boundaries itu betul mestinya batas antara zona dapat dilihat dan diacak dengan mudah. Menurut Davie (1937) ada 5 kenyataan yang tidak sesuai dengan teori konsentris, yaitu:
• Bentuk CBD mempunyai bentuk yang tidak teratur dan kebanyakan berbentuk segi empat atau persegi panjang dan bukannya bulat.
• Penggunaan lahan perdagangan meluas dari CBD ke arah luar secara menjari searah dengan route transportasi dan terkonsentrsi pada tempat-tempat strategis.
• Perumahan kelas rendah juga dapat terletak pada daerah industry dan daerah route transportasi.
• Industri terletak dekat jalur transportasi
• Perumahan yang lebih baik dapat terdapat dimana-mana.

2. Homoginitas internal yang tidak sesuai dengan kenyataan
Sanggahan ini pertama kali dikemukaakan oleh Hatt(1946) pada artikelnya yang berjudul the concept of natural area. Sarajana ini bertolak dari ide natural area yang dikemukakan oleh burgess. Dalam kenyataanya bahwa keseragaman yang dikemukakan oleh burgessterhadap populasi masing-masing zona tidak terlihat dan didalam tiap zona justru terlihat variasi internal yang sangat besar. Dengan demikian jastifikasi ekologis untuk mengenali karakteristik zona yang ada tidak dapat dipertanggungjawabkandan perlu dicari kerangka pendekatan yang lain untuk mempelajari kehidupan perkotaan yang sangat kompleks ini.
3. Skema yang anakronistik/ out of date
Oleh karena pada dekade yang sama saja teorinya tidak dapat dipertahankan apalagi digunakan untuk menganalisis model keruangan kota di dunia dengan latar belakang spasial dan temporal yang bervariasi.
4. Teorinya kurang bersifat universal
Oleh Burgess dikemukakan bahwa teorinya hanya berlaku pada kota-kota industri di Amerika yang sedang berkembang dengan cepat, namun kenyataannya telah diangkat sebagai suatu dasar analisis untuk semua kota-kota secara umum. Berdasarkan kajian dari berbagai kota-kota lain, khusus nya diluar Amerika, ternyata peranan kondisi politik, ekonomi, sosial budaya dan teknologi terhadap pembentukan pola keruangan kotanya sangat besar . secara garis besar, sanggahan terhadap teori burgess tersebut didasarkan pada
• Teori hanya berlaku pada kondisi yang sangat terbatas baik waktu, tempat, dan kondisi politik, ekonomo, sosial budaya.
• Ketidakcocokannya antara ide zona yang ada dengan ide gradient dari pusat kota kearah luar. Namun demikian perlu dicatat bahwa tidak semua ide-ide penyanggah sendiri dapat dipertahankan.

B. Teori Sektor Dari Hoyt
Menurut Homer Hoyt yang mengadakan riset-riset pada tahun 30-an, proses pertumbuhan kota lebih berdasarkan sektor-sektor dari pada sistem gelang sebagaimana dikemukakan dalam teori Burgess. Hoyt pun meneliti kota Chicago dengan maksud mendalami ciri-ciri DBD yang menempati pusat kota, sehubungan itu ia berpendapat bahwa pengelompokan tata guna tanah menjulur seperti irisan kue tart. Bersama itu terjadilah perbedaan kawasan kota berdasarkan jenis pergedungan ataupun kelompok penduduk tanpa keterangan latar belakang kejadiannya.
Dengan demikian, pendirian perumahan bagi kaum elit akan mendorong mahalnya tanah-tanah yang berlokasi di tepi-tepinya. Logis pula bahwa perumahan kaum buruh akan meluaskan diri dengan cara menyambung pada kompleks yang telah ada, kemudian lokasi untuk industri-industri baru. Begitulah kota akan memekarkan diri mengikuti pola irisan kue disebut sektor-sektor itu.

Para geograf masih menghubungkan lagi dengan latar belakang geografi alam dari kota yang bersangkutan serta rute-rute transportasi. Tanah yang datar memungkinkan pembuatan jaringan jalan, rel kereta api, dan terusan yang murah. Akibatnya sebuah kota perindustrian cenderung untuk mekar dengan cara memanjang. Demikian pula lokasi kota di tepi pelerengan, cenderung mekar melengkkung mengikuti bujuran lereng tersebut, ini yang menyangkut perumahan penduduknya.
Hoyt menemukan bahwa pajak tanah dan bangunan berbeda-beda berdasarkan sektor-sektor kota, jadi tak berarti bahwa pajak tertinggi harus kedapatan di dekat pusat kota. Seperti halnya pada teori Burgess yang konsentris tadi. Selanjutnya ditemukan pula bahwa makin ke dalam kota, dalam sektor yang sama, bangunan gedung / perumahan makin kuno, juga bahwa makin ke pusat kota fungsi industri makin berkurang atau makin mengalami perubahan. Sebaliknya perindustrian berkembang pesat di pinggiran kota yang lebar sektornya memang membesar.

C. Teori Pusat Kegiatan Banyak (Multiple Nuclei Theory) Dari Harris Ullman
Teori ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1945 oleh Harris dan Ullman. Mereka berpendapat bahwa meskipun pola konsentris dan sektoral dalam kota ada, kenyataannya lebih kompleks dari apa yang sekedar diteorikan oleh Burgess dan Hoyt masing-masing.
Mereka jelaskan secara khusus bahwa pertumbuhan kota yang bermula dari suatu pusat menjadi ruwet bentuknya. Ini disebabkan oleh munculnya pusat-pusat tambahan yang masing-masing akan berfungsi menjadi kutub pertumbuhan. Di sekeliling nucleus- nucleus baru itu akan mengelompok tata guna tanah yang / bersambungan secara fungsional. Keadaan seperti itu akan melahirkan struktur kota yang memiliki sel-sel pertumbuhan.
Tempat-tempat yang bertipe nucleus itu misalnya pelabuhan udara, kompleks industri, kampus universitas, pelabuhan laut atau stasiun besar. Yang memiliki nucleus bukan hanya kota, juga desa-desa besar atau kota-kota kecil yang pusatnya merupakan pusat pelayanan bagi penduduk. Lalu terjadi di sekitarnya pengelompokan tata guna tanah dengan perhitungan keuntungan ekonomis. Industri mencari lokasi di dekat terminal transportasi, perumahan baru mencari lokasi dekat pusat-pusat perbelanjaan. Juga ada gejala bahwa para spesialis (dokter, pedagang, cenderung berpraktek di kawasan kota yang tertentu ).
Teori Burgess dan Hoyt hanya menunjukkan contoh-contoh dari realitas belaka. Sebenarnya ciri-ciri persebaran jenis-jenis tanah ditentukan olrh faktor-faktor yang unik berupa situs kota dan sejarahnya pula yang khas. Demikian secara ringkas kritik Harris dan Ullman.

Faktor-faktor Penyebab Aglomerasi/Disaglomerasi Fungsi:
1) Fasilitas-fasilitas yang khusus tertentu (specialized facilities)
Menurut pendapatnya, kegiatan-kegiatan tertentu membutuhkan fasilitas-fasilitas tertentu, sebagai contoh; daerah-daerah pengecer/retail “districts” dalam kegiatannya sangat membutuhkan aksesibilitas yang maksimal. Hal ini mempunyai pengertian yang berbeda dengan ide sentralitas geometri. Misalnya distrik pelabuhan akan menguntungkan bila terletak pada pinggiran perairan yang dapat dilayari; daerah pabrik-pabrik hendaknya dekat dengan lokasi sarana angkutan yang besar dan lainnya.
2) Faktor Ekonomi Eksternal (external economies)
Seperti terjadi di kota-kota besar, adanya pengelompokan fungsi-fungsi yang sejenis menimbilkan keuntungan tersendiri. Pengelompokan akan berarti peningkatan konsentrasi pelanggan-pelanggan potensial dan memudahkan dalam membandingkan satu sama lain.
3) Faktor Saling Merugikan Antar Fungsi yang Tidak Serupa
Antagonism antar pengembangan pabrik-pabrik dan pengembangan permukiman kelas tinggi merupakan contoh yang sangat nyata. Konsentrasi pejalan kaki yang sangat tinggi, mobil-mobil di daerah pengecer (retail district) sangat antagonistic terhadap pemusatan fasilitas transportasi kereta api dan juga terhadap daerah untuk bongkat muat barang-baranng pada “wholesale district” atau daerah-daerah industry besar atau sebaliknya.
4) Faktor Kemampuan Ekonomi Fungsi yang Berbeda
Sering kali terjadi bahwa fungsi-fungsi tertentu justru tidak menempati lokasi yang sebenarnya ideal karena ketidakmampuan ekonomi. Sebagai contoh perumahan kelas tingakat rendah tidak mampu menempati lahan yang nyaman dengan pemandangan yang indah karena tingginya sewa lahan pada lokasi seperti ini. Adanya persaingan bebas, menempatkan “permukiman kelas tinggi” pada lokasi lahan tersebut karena mampu membayar sewa yang tinggi dan permukiman murah/ sesuai dengan kemampuan ekonominya.


Sumber:
Daldjoeni, N. 2003. Geografi Kota dan Desa.Bandung. PT.Alumni Bandung.
Yunus, Hadi Sabari.2004. Struktur Tata Ruang Kota.Yogyakarta.Pustaka pelajar.

Kamis, 24 Maret 2011

TANAH OXISOL

Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang berasal dari bebatuan yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam, sehingga membentuk regolit (lapisan partikel halus)
Salah satu sistem klasifikasi tanah yang telah dikembangkan Amerika Serikat dikenal dengan nama: Soil Taxonomy (USDA, 1975). Sistem klasifikasi ini menggunakan enam (6) kategori, yaitu:
1.Ordo
2.Subordo
3.Greatgroup
4.Subgroup
5.Family
6.Seri
Sistem klasifikasi tanah ini berbeda dengan sistem yang sudah ada sebelumnya. Sistem klasifikasi ini memiliki keistimewaan terutama dalam hal:
1. Penamaan atau Tata Nama atau cara penamaan.
2. Definisi-definisi horison penciri.
3. Beberapa sifat penciri lainnya.

Oxisol menduduki rangking kelima di bumi, golongan ini berasal dari bahasa Prancis, Oxide yang berarti Oksida. Semua tanah yang memiliki horizon oksida, tergolong oxisol.Oxisol menurut system klasifikasi tanah 1949 meliputi tanah lateritik, Lastosol, dan laterit air tanah (Ground Water Laterite). Golongan tanah oxisol tersebar di daerah tropika dan paling luas di Afrika dan di Amerika Selatan.
Sub-order dari tanah oxisol adalah sebagai berikut:
1) Aquox, Aqua + ox isol, berasal dari Latin Aqua, air. Khas en hubungannya dengan perariran.
2) Humox, Hum us + ox isol, dari kata Yunani, Humus, bun
Artinya: Oxisol yang mengandung bahan organic
3) Orthox, Ortho os + ox isol, orth dari bahasa Yunani; ortho benar. Artinya oxisol biasa
4) Ustox, ust us + ox isol, Ust dari bahasa Latin ustus, terbakar. Oxisol terdapat pada region iklim kering, biasa musim panas yang kering.
5) Torrox, torr idus + ox isol. Torr berasal dari bahasa Latin torrid us, panas, kering. Artinya biasa kering.


Tanah oxisol memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Warna tanahnya merah hingga kuning, sehingga sering disebut tanah merah.
- Tanah latosol yang mempunyai sifat cepat mengeras bila tersing kap atau berada di udara terbuka disebut tanah laterit.
- kejenuhan basa kurang dari 50 %, umumnya mempunyai epipedon kambrik dan horison kambik.
- mengalami pencucian dan pelapukan lanjut, berbatas horizon baur, sehingga kandungan mineral primer dan unsure hara rendah,
- konsistensi gembur dengan stabilitas agregat kuat dan terjadi penumpukan relative seskwioksida di dalam tanah akibat pencucian silikat.
- Tanah dengan kadar liat lebih dari 60 %, remah sampai gumpal, gembur, warna tanah seragam dengan dengan batas-batas horison yang kabur, solum dalam (lebih dari 150 cm).

Berikut ini gambar tanah oxisol



Tanah Alfisol, Ultisol dan Oxisol termasuk kelompok tanah merah (Soepraptohardjo, 1961; dalam Buurman, 1980), bahan induk bersifat masam hingga ultra basa.
Ketersediaan unsur P dan K di tanah Oxisol sangat rendah, sebagai akibat dari pelapukan lanjut, dan terikat menjadi bentuk yang tidak tersedia untuk tanaman, yaitu Fe- P, Al-P, FeAl-P dan bentuk lainnya.

Tanah oxisol banyak digunakan untuk perladangan, pertanian subsisten pengembalaan dengan intensitas rendah, dan perkebunan yang intensif seperti perkebunan tebu, nanas, pisang dan kopi.
Upaya pemanfaatan tanah Oxisol secara optimal, khususnya untuk pengembangan tanaman kelapa sawit memerlukan pemahaman yang tepat dan menyeluruh mengenai karakteristik tanah tersebut. (studi di Perkebunan Pelaihari Kalimantan Selatan pada Maret 2002). Pemanfaatan tanah Oxisol untuk pengembangan kelapa sawit, khususnya di kebun Pelaihari, harus diikuti dengan upaya untuk memperbaiki tingkat kesuburan tanah. Upaya tersebut di antaranya adalah penanaman tanaman kacangan penutup tanah, pemupukan, dan aplikasi bahan organik


Daerah penyebaran Oxisol adalah daerah tropis dengan curah hujan tinggi (2000-7000 mm/tahun), terbentuk di daerah tuf, abu atau fan vulkanik yang telah mengalami pelapukan lanjut, dengan bentuk wilayah berombak, bergelombang, berbukit hingga bergunung serta pada ketinggian 10 sampai 1000 m dari permukaan laut (Sarief:1985).
Terdapatnya penyebaran tanah Oxisol ini pada ketinggian 10 sampai 1000 m dpl, berarti tanah oxisol dapat ditemui di dataran rendah (0-600 m dpl) maupun di dataran tinggi (>600 m dpl), sehingga sangat besar kemungkinan sifat-sifat fisika tanah pada kedua macam daerah akan berbeda pula. Sebab perbedaan sifat fisika tanah sangat dipengaruhi oleh perbedaan faktor-faktor pembentuk tanah seperti iklim, bahan induk, topografi, organisme dan waktu (Buol, Hole, Cracken, 1980).



Sumber:
Maidhal, 1993. Skripsi “Perbandingan sifat fisika tanah lapisan atas oxisol di dataran tinggi dan dataran rendah”. Universitas Andalas Fakultas Pertanian. Padang.
Syafi’i, Suryatna.1990. Ilmu Tanah. Angkasa Bandung. Bandung.
http://feiraz.wordpress.com/2008/11/08/geografi-tanah-indonesia/ diunduh 14:15 20 maret 2011
http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:BJ3QQSPoj0YJ:www.docstoc.com/docs/32254322/KONSEP-TANAH+tanaman+yang+dapat+tumbuh+di+tanah+oxisol&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a&source=www.google.co.id diunduh 20:18 17 maret 2011
http://www.scribd.com/doc/13977716/Alfisol-Dan-Oxisol diunduh 20:25 17 maret 2011

Senin, 14 Februari 2011

RINGKASAN MATERI METODOLOGI PENELITIAN

A. MASALAH PENELITIAN
Masalah dalam penelitian dapat diartikan sebagai persoalan pokok yang ingin dijawab melalui suatu penelitian. Di dalam penelitian, masalah sangat berperan dalam mengarahkan seorang peneliti untuk melakukan kegiatan penelitiannya. Tanpa merumuskan masalah para peneliti dapat mengalami kebingungan, bahkan dalam pelaksanaan kegiatan penelitian maupun dalam penulisan.
Dalam kegiatan penelitian, yang dapat menjadi sumber masalah adalah adanya kesenjangan antara “yang seharusnya terjadi” dengan “yang sebenarnya terjadi”. Dengan demikian, yang menjadi masalah adalah “apa yang menjadi penyebab timbulnya kesenjangan antara yang sebenarnya terjadi dengan yang seharusnya terjadi”.

B. JUDUL PENELITIAN
Judul penelitian merupakan suatu bentuk masalah yang masih bersifat global sehingga perlu diperinci lagi. Penentuan judul sangat penting karena di dalam judul tergambarkan objek dan subjek apa yang akan diteliti, lokasi, tujuan, dan sasaran apa yang ingin dicapai.
Beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan untuk menentukan judul penelitian:
1. Keterjangkauan
Prinsip pertama yang harus diperhatikan adalah bahwa judul maupun objek yang akan diteliti sedapat mungkin terjangkau oleh kemampuan peneliti. Kemampuan peneliti dapta berupa tingkat pengetahuan, waktu yang tersedia, kesulitan memperoleh pembimbing dan kerjasama dengan pihak lain.
2. Ketersediaan data
Judul yang dipilih sedapat mungkin tersedia datanya. Para peneliti akan mengalami kesulitan, apabila judul yang dipilih tidak tersedia datanya.
3. Signifikansi judul yang dipilih
Yakni seberapa pentingkah suatu permasalahan sehingga harus diteliti.

C. HIPOTESIS
Hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap suatu masalah yang masih perlu diuji kebenarannya. Peneliti akan mengamati suatu gejala, peristiwa, atau masalah yang menjadi focus perhatiannya. Sebelum mendapatkan fakta yang benar, mereka akan membuat dugaan tentang gejala, peristiwa, atau masalah yang menjadi titik perhatiannya tersebut.
Cara Merumuskan Hipotesis:
a. Hipotesis harus mendukung judul dan tujuan penelitian
b. Hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data empiris.
c. Hipotesis harus bersifat spesifik.
Dalam statistic dikenal dua jenis hipotesis yakni hipotesis nol (H0) dan Hipotesis alternative (Ha).
Hipotesis Nol (H0) adalah hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan atau tidak adanya perbedaan atau tidak ada pengaruh antara dua variable yang dipersoalkan.
Hipotesis alternative (Ha) adalah suatu hipotesis yang menyatakan ketidaksamaa, perbedaan atau pengaruh antara dua variable yang dipersoalkan.
Dalam pengujian hipotesis terdapat dua tipe kesalahan, yaitu Tipe Kesalahan I jika dalam pengambilan keputusan berdasarkan pada penolakan hipotesis yang benar (yang seharusnya diterima), sedangkan Tipe Kesalahan II jika kesimpulan berdasarkan pada penerimaan hipotesis yang salah (yang seharusnya ditolak).
Probabilitas untuk terjadinya kesalahan disebut dengan “Taraf Signifikan” atau disimbolkan dengan α, dimana nilai taraf signifikan tersebut dinyatakan dalam prosentase (misalnya α : 5%, 10% dan lain-lain). Lawan dari taraf signifikan adalah tingkat keyakinan, yaitu bernilai sebesar 1 - α. Misalnya jika taraf signifikan sebesar 5% maka tingkat keyakinan sebesar 95 %, jika α sebesar 10% maka tingkat keyakinan bahwa hipotesis yang diajukan benar adalah sebesar 90%.
Dalam pengujian hipotesis terdapat dua cara yang dapat dilakukan, yaitu pengujian hipotesis satu arah (One Tail Test) dan pengujian hipotesis dua arah (Two Tail Test). Untuk pengujian hipotesis satu arah dibagi menjadi dua, yaitu pengujian hipotesis satu arah negatif dan pengujian hipotesis satu arah positif (tergantung hipotesis alternatif yang diajukan).

D. CARA MENULIS KUTIPAN
Dalam penyajian laporan penalitian biasanya diperlukan catatan yang lazim disebut catatan kaki. Catatan ini biasa digunakan untuk:
- Menunjang fakta, konsep dan gagasan atau informasi tentang sumber data, gagasan dan lain-lain yang relevan
- Memberikan penjelasan tambahan tentang suatu masalahyang dikemukakan dalam teks atau untuk menjelaskan defenisi istilah secara lebih cermat.
Untuk kepentingan keseragaman cara penulisan catatan, perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
a. Singkatan-singkatan Ibid, loc.cit.,op.cit. hendaknya tidak digunakan.
b. Apabila nama pengarang disertakan dalam teks, ikutilah nama pengarang dengan tahun terbit dalam kurung (“….Amran Halim (1970) menyatakan …)
Apabila nama pengarang dinyatakan dalam teks, cantumkan nama pengarang dan tahun terbit dan tanda koma di antaranya.
c. Petunjuk halaman mengikuti tahun terbit, didahului titik dua, tanpa menggunakan singkatan p., pp., atau h. sebelum nomor halaman.
“ …telah dicatat (Alisjahbana, 1057:15-20) bahwa …”
d. Untuk acuan dengan dua pengarang, cantumkanlah nama akhir kedua pengarang, lebih dari dua pengarang, gunakanlah singkatan dkk.
e. Apabila diperlukan lebih dari satu acuan terhadap pengarang dan tahun terbit yang sama, gunakanlah huruf a dan b pada akhir tahun terbitsebagai pembeda.
“… seperti dikemukakan (Chomsky, 1968a)dan kemudian dipertegas kembali pada artikellain (Chomsky, 1968b), maka…”
f. Untuk peneanda jilid acuan,gunakanlah nomor urut arab dan tempatkan nomor tersebut pada akhir tahun terbit dan naikkan ½ spasi;
g. Acuan lebih dari satu hendaknya dituliskan berturut-turut dalan satu kurung dan dipisahkan dengan tanda titik koma.
h. Catatan kaki yang memberikan penjelasan tambahan hendaknya dicantumkan dibawah halaman tempat nomor catatan dinyatakan, dengan jarak satu spasi. Nomor catatan adalah nomor urut dan ditempatkan sesudah tanda baca dan huruf terakhir yang bersangkutan serta dinaikkan ½ spasi.

E. POPULASI DAN SAMPEL
Populasi adalah himpunan individu atau objek yang benyaknya terbatas atau tidak terbatas. Himpunan individu yang terbatas adalah himpunan individu yang dapat diketahui atau diukur dengan jelas jumlah maupun batasnya sedangkan himpunan individu yang tidak terbatas adalah himpunan individu yang sulit diketahui jumlahnya wlaupun batas wilayahnya kita ketahui.
Sampel adalah sebagian dari objek atau individu yang dapat mewakili suatu populasi. Secara garis besar ada dua cara yang dpat dilakukan dalam pengambilan sampel, yaitu:
1. Probability Sampling yaitu cara pengambilan sampel dengan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap unsure populasi untuk dipilih.
Contoh: Suatu populasi terdiri dari 1.000 orang mahasiswa jurusan Geografi. Setiap unsure populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih 1/1.000 orang.
Probability Sampling terdiri dari:
a. Sampel acak sederhana (Simple Random Sampling)
b. Sampel Sistematik (Systematic Sampling)
c. Sampel acak berstrata (Stratified Random Sampling)
d. Sampel Gugus (Cluster Sampling)
e. Sampel Daerah (Area Sampling)
2. Non Probability Sampling yaitu cara pengambilan sampel dengan tidak memberi kemungkinan/kesempatan yang sama bagi setiap unsure populasi untuk dipilih karena tidak diketahui/dikenal jumlah populasi sebebnarnya.
Non probability Sampling terdiri dari:
a. Sampel Purposif
b. Sampel Kuota
c. Sampel Bola Salju
d. Sampel rute Acak
Pemilihan sampel tergantung dari masalah yang dihadapi, tujuan penelitian, besarnya populasi dan jumlah sampel yang diperluka, waktu dan biaya yang tersedia, serta kemudahan untuk memperoleh sampel.

F. DATA DAN PENGGOLONGANNYA
Data dapat digolongkan menjadi:
1.1. Berdasarkan sifatnya
 Data kuantitatif yaitu data yang bersifat angka. Data ini biasa berupa angka-angka seperti 1,2,3 dan seterusnya.
 Data Kualitatif yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk kalimat maupun uraian. Misalnya peneliti ingin mengetahui asal usul tenaga kerja industry di Medan dengan memberikan pilihan jawaban:
- Berasal dari kota Medan
- Berasal dari desa sekitar kota Medan
- Berasal dari luar kota Medan
- Berasal dari luar Sumatera
1.2. Berdasarkan Sumbernya
 Data Primer yaitu data yang diperoleh langsung dari responden atau objek yang diteliti, atau ada hubungannya dengan yang diteliti.
 Data Sekunder yaitu data yang telah lebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang atau instansi di luar diri peneliti sendiri walaupun yang dikumpulkan itu sesungguhnya adalah data asli. Data sekunder dapat diperoleh dari instansi-instansi maupun perpustakaan.

G. CARA DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA
1. Data Primer
1.1. Observasi
Observasi adalah cara dan tekhnik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala atau fenomena yang ada pada objek penelitian.
Observasi terbagi menjadi dua yaitu:
a. Observasi langsung yaitu observasi yang dilakukan terhadap objek di tempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa sehingga observer berada bersama objek yang diteliti.
b. Observasi tidak langsung yaitu pengamatan yang dilakukan tidak pada saat berlangsungnya peristiwa yang akan diselidiki atau objek yang diteliti. Contohnya adalah pengamatan yang dilakukan melalui citra dari foto udara atau satelit, slide, dan lain-lain.
1.2. Wawancara
Wawancara merupakan suatu metode pengumpulan data dengan cara Tanya jawab yang dikerjakan dengan sistematis dan berlandaskan pada tujuan penelitian. Pada umumnya dua orang atau lebih hadir secara fisik dalam proses Tanya jawab.
1.3. Angket
Menurut Dr. Hudari Nawawi, angket adalah usaha mengumpulkan informasi dengan menyampaikan sejumlah pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis oleh responden.

2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh seorang peneliti tidak secara langsung dari subjek/objek yang diteliti akan tetapi melalui pihak lain seperti instansi-instansi/lembaga-lembaga yang terkait, perpustakaan, arsip perorangan dan sebagainya.

H. ANALISIS DATA
Dalam geografi ada 4 cara untuk menganalisis data yaitu:
1. Analisis data secara statistic
Untuk penenlitian geografi, analisis statistic yang banyak digunakan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Test Hipotesis
2. Test Frekuensi Distribusi
3. Test Signifikansi
4. Analisis Regresi linier dan non linier
5. Analisis Varians dan Covarin
6. Analisis Klasifikasi
7. Analisis Faktor
8. Analisis Pola dan Indeks Ruang
2. Analisis Data dengan Penginderaan Jauh
Penginderaan jauh mengacu pada berbagai teknik yang dikembangkan untuk memperoleh dan menganalisis informasi tentang bumi. Informasi tersebut khusus berbentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dari bumi.
Dengan menggunakan penginderaan jauh, para peneliti dapat mengumpulkan data geografi lebih cepat dan tepat melalui bermacam-macam citra (image) seperti foto udara, citra radar, foto satelit dan sebagainya.
Metode penginderaan jauh dapat dilkukan melalui enam tahap yaitu:
1. Perumusan masalah dan tujuan
2. Evaluasi kemampuan
3. Pemilihan prosedur
4. Persiapan
5. Interpretasi data
6. Penyajian laporan
3. Analisis Data dengan Komputer
Komputer adalah seperangkat alat elektronik yang mempunyai memori dan mampu melakukan perhitungan-perhitungan dengan cepat yang dikendalikan oleh program. Pada saat ini analisis data dengan menggunakan computer sudah lazim dilakukan oleh para peneliti. Dengan mengguakan computer, data dapat dianalisis dengan cepat dan tepat. Seperti apa yang tampak dari namanya, mesin computer itu pada dasarnya suatu mesin penghitung.
4. Analisis data secara deskriptif
Analisis data deskriptif penting digunakan untuk menganalisis data yang bersifat kualitatif baik dalam bidang Geografi Social maupun Geografi Fisik.
Dalam bidang Geografi Sosial, analisis data secara deskriptif diperlukan untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang bersifat social seperti penyebab terjadinya perpindahan penduduk, adat istiadat suatu suku bangsa dan sebagainya.
Dalam bidang Geografi Fisik analisis data secara deskriptif diperlukan untuk menjelaskan fenomena/gejala-gejala yang bersifat fisik, seperti proses terjadinya erosi, proses pembentukan delta, penyebab pola aliran sungai dan sebagainya.



I. VARIABEL DAN JENISNYA
Variabel Penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 2007).
Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002)
• Variable mengandung pengertian ukuran atau cirri yang dimiliki oleh anggota – anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang lain.
• Variable adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh suatu penelitian tentang sesuatu konsep pengertian tertentu.
• Misalnya : umur, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, pengetahuan, pendapatan, penyakit, dsb.
Macam Variabel dalam penelitian dapat dibagi menjadi lima, yaitu:
1. Variabel Independen
Variable ini sering disebut sebagai Variabel Stimulus, Predictor, Antecedent, Variabel Pengaruh, Variabel Perlakuan, Kausa, Treatment, Risiko, atau Variable Bebas.
Dalam SEM (Structural Equation Modeling) atau Pemodelan Persamaan Struktural, Variabel Independen disebut juga sebagai Variabel Eksogen.
Variabel Bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel Dependen (terikat). Dinamakan sebagai Variabel Bebas karena bebas dalam mempengaruhi variabel lain.
2. Variabel dependen
Sering disebut sebagai Variabel Out Put, Kriteria, Konsekuen, Variabel Efek, Variabel Terpengaruh, Variabel Terikat atau Variabel Tergantung. Dalam SEM (Structural Equation Modeling) atau Pemodelan Persamaan Struktural, Variabel Independen disebut juga sebagai Variabel Indogen. Variabel Terikat merupakan Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Disebut Variabel Terikat karena variabel ini dipengaruhi oleh variabel bebas/variabel independent.
3. Variabel Moderator
Variabel Moderator adalah variabel yang mempengaruhi (Memperkuat dan Memperlemah) hubungan antara Variabel Bebas dan Variabel Terikat. Variabel Moderator disebut juga Variabel Independen Kedua.
Contoh hubungan Variabel Independen – Moderator – Dependen :
Hubungan motivasi dan prestasi belajar akan semakin kuat bila peranan dosen dalam menciptakan iklim/lingkungan belajar sangat baik, dan hubungan semakin rendah bila peranan dosen kurang baik dalam menciptakan iklim belajar.
4. Variabel Interpening
Dalam hal ini Tuckman (1988) menyatakan “an intervening variable is that factor that theoretically affect the observed phenomenon but cannot be seen, measure, or manipulate”.
Variabel Intervening adalah Variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara Variabel Bebas dengan Variabel Terikat, tetapi Tidak Dapat Diamati dan Diukur.
Variabel ini merupakan variabel Penyela/Antara yang terletak diantara Variabel Bebas dan Variabel Terikat, sehingga Variabel Bebas tidak secara langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya Variabel Terikat.
Contoh :
Tinggi rendahnya penghasilan akan mempengaruhi secara tidak langsung terhadap umur harapan hidup. Di sini ada varaibel antaranya yaitu yang berupa Gaya Hidup seseorang. Antara variabel penghasilan dan gaya hidup terdapat variabel moderator yaitu Budaya Lingkungan Tempat Tinggal.
5. Variabel Kontrol
Variabel Kontrol adalah Variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti.
Variabel Kontrol sering dipakai oleh peneliti dalam penelitian yang bersifat membandingkan, melalui penelitian eksperimental.
Contoh :
Pengaruh Metode Pembelajaran terhadap Penguasaan Keterampilan Pertolongan Persalinan Kala II.
Variabel Bebasnya adalah Metode Pembelajaran, misalnya Metode Ceramah & Metode Demonstrasi. Sedangkan Variabel Kontrol yang ditetapkan adalah sama, misalnya Standard Keterampilan sama, dari kelompok mahasiswa dengan latar belakang sama (tingkat/semesternya sama), dari institusi yang sama.
Dengan adanya Variabel Kontrol tersebut, maka besarnya pengaruh Metode Pembelajaran terhadap Penguasaan Keterampilan Pertolongan Persalinan Kala II dapat diketahui lebih pasti.








DAFTAR PUSTAKA

Arif, Syamsul, 2009: DIKTAT PENGANTAR METODOLOGI PENELITIAN, Fakultas Bahasa dan Seni UNIMED.
Pabundu Tika,Moh.1996: Metode Penelitian Geografi, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
http://www.litagama.org/Metode/variabel.htm

Selasa, 09 November 2010

VIETNAM


A. SEJARAH
Sejarah Vietnam dapat ditinjau kembali ke abad ke-3 SM. Mayoritas catatan tertulis mengenai sejarah Vietnam dapat ditemukan dalam catatan-catatan sejarah Tiongkok.
Masa Pra-dinasti
Pada tahun 214 SM, beberapa tahun setelah Kaisar Qin Shihuang mempersatukan Tiongkok, ia mengirim bala tentara ke selatan Tiongkok untuk menaklukkan wilayah yang sekarang adalah Guangdong, Guangxi, Fujian dan utara Vietnam. Penaklukkan itu disertai dengan penaklukkan suku kuno Bai Yue. Setelahnya, Dinasti Qin mendukung migrasi suku Han secara besar-besaran ke selatan dan membentuk 3 provinsi di selatan.
Selang puluhan tahun kemudian, tahun 203 SM, Dinasti Qin terpuruk ke dalam kekacauan. Pada saat ini, pemimpin militer Qin di Nanhai (sekarang Vietnam utara), Zhao Tuo mengambil kesempatan ini untuk membentuk negara sendiri, Nan Yue, dengan Raja Wu. Ibukota negara Nan Yue berada di daerah Guangzhou sekarang. Namun, Nan Yue kemudian ditaklukkan oleh Kaisar Han Wudi dari Dinasti Han pada tahun 111 SM. Untuk lebih 10 abad selanjutnya, Vietnam utara secara langsung dikuasai oleh Dinasti Han, Dong Wu, Dinasti Jin, Dinasti Selatan, Dinasti Sui dan Dinasti Tang).
Masa Dinasti-dinasti
Pada 939 CE, orang-orang Vietnam berhasil mengalahkan militer Tiongkok di Sungai Bach Dang dan mendapatkan kemerdekaan setelah 10 abad di bawah kontrol Tiongkok. Mereka mendapatkan otonomi secara lengkap satu abad kemudian. Pada masa pemerintahan Dinasti Tran, Dai Viet mengalahkan tiga usaha invasi Mongol di bawah Dinasti Yuan. Tiga kali dengan pasukan yang sangat besar juga dengan persipan yang hati-hati untuk serangan mereka, tetapi tiga kali berturut-turut orang-orang Mongol dikalahkan sama sekali oleh Dai Viet. Secara kebetulan, pertempuran terakhir dimana jendral Vietnam Tran Hung Dao mengalahkan kebanyakan militer Mongol diadakan lagi di Sungai Bach Dang seperti nenek moyangnya kurang lebih 300 tahun yang lalu. Feudalisme di Vietnam mencapai titik puncaknya saat Dinasti Le pada abad ke 15, khususnya selama masa pemerintahan Kaisar Le Thanh Tong. Antara abad ke 11 dan 15, Vietnam memperluas wilayahnya ke arah Sealatan dalam proses yang disebut Nam Tien (Perluasan ke Selatan). Mereka akhirnya menaklukan kerajaan Champa dan banyak kekaisaran Khmer.
Masa kolonialisme Perancis
Kemerdekaan Vietnam berakhir pada pertengahan abad 19 AD (Setelah Masehi), ketika Vietnam dikolonialisasikan oleh Kerajaan Perancis. Pemerintahan Perancis menanamkan perubahan signifikan dalam bidang politik dan kebudayaan pada masyarakat Vietnam. Sistem pendidikan modern gaya Barat dikembangkan dan agama Kristen diperkenalkan kepada masyarakat Vietnam. Pengembangan ekonomi perkebunan untuk mempromosikan ekspor tembakau, nila (indigo), teh dan kopi, Perancis mengabaikan permintaan akan pemerintahan sendiri (self-government) dan hak-hak sipil yang terus meningkat. Sebuah pergerakan politik nasionalis dengan cepat muncul, dan pemimpin muda Ho Chi Minh memimpin permintaan akan kemerdekaan kepada League of Nations (Liga Bangsa-Bangsa). Tetapi, Perancis memelihara dominasi kontrol terhadap koloni-koloninya hingga Perang Dunia II, ketika perang Jepang di Pasifik memicu penyerbuan ke Indochina. Sumber daya alam Vietnam dieksploitasi untuk kepentingan kampanye militer Jepang ke Burma, Semenanjung Malay dan India. Pada tahun terkahir perang, pemberontakan nasionalis berpasukan muncul di bawah Ho Chi Minh, melakukan kemerdekaan dan komunisme. Menyusul kekalahan Jepang, pasukan nasionalis melawan pasukan kolonial Perancis pada Perang Indochina Pertama yang dimulai pada tahun 1945 hingga 1954. Perancis mengalami kekalahan besar pada Pertempuran Dien Bien Phu dan dalam waktu singkat setelah itu ditarik dari Vietnam. Negara-negara yang berperang dalam Perang Vietnam membagi Vietnam pada 17th parallel menjadi Vietnam Utara dan Vietnam Selatan sesuai Perjanjian Geneva (Geneva Accords).
Perang Vietnam
Pemerintahan komunis atas Vietnam Utara ditolak oleh Amerika Serikat (A.S.) atas kemiripannya terhadap Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina (RRC). Ketidaksetujuan dengan segera muncul atas ide pemilihan umum dan reunifikasi (Vietnam Utara dan Selatan), dan A.S. mulai meningkatkan kontribusi penasihat militer, bahkan Soviet menyuplai tentara dan persenjataan untuk memperkuat militer komunis. Serangan kontroversial atas kapal A.S. di Teluk Tonkin memicu serangan militer A.S. terhadap instalasi milter Vietnam Utara dan penempatan lebih dari 500.000 tentara di Vietnam Selatan. Pasukan A.S. dengan segera dibingungkan oleh sebuah perang gerilya yang buruk dengan Viet Cong, milisi komunis Vietnam Selatan. Pasukan Vietnam Utara gagal dalam usaha penyerbuan terhadap Selatan pada 1968 Tet Offensive dan perang dengan segera menyebar ke negara tetangga Laos dan Kamboja. Dengan korban yang menggunung, A.S. mulai memindahkan tugas perjuangan ke militer Vietnam Selatan dalam proses yang dikenal sebagai Vietnamisasi. Usaha tersebut membuahkan hasil yang campur aduk, tetapi dengan dukungan A.S., Vietnam Selatan mampu bertahan. Perjanjian Damai Paris (Paris Peace Accords) pada 27 Januari 1973 mengakui kekuasaan tertinggi kedua belah pihak. Di bawah perjanjian, seluruh pasukan perang Amerika ditarik pada 29 Maret 1973. Pertempuran kecil tetap berlanjut, tetapi semua pertempuran besar telah berakhir hingga sekali lagi, Utara menginvasi dan menundukkan Selatan pada 30 April 1975. Vietnam Selatan dengan singkat menjadi Republik Vietnam Selatan, sebuah negara boneka di bawah kekuasaan militer oleh Vietnam Utara, sebelum secara resmi disatukan dengan Utara di bawah pemerintahan Komunis sebagai Republik Sosialis Vietnam pada 2 July 1976.
Pasca perang Vietnam
Dampak dari pengambil-alihan kontrol, komunis Vietnam melarang partai politik lain, menahan tersangka yang dipercayai berkolaborasi dengan Amerika Serikat dan memulai kampanye masal tentang kolektifisasi pertanian dan pabrik-pabrik. Rekonstruksi negara yang porak poranda akibat perang terjadi sangat lambat dan masalah kemanusiaan serius dan masalah-masalah ekonomi menghadapi rezim komunis. Pada 1978, Militer Vietnam menginvasi Kamboja untuk melepaskan bekas rekan mereka, Khmer Rouge, dari penindasan. Aksi ini memperburuk hubungan dengan RRT, yang meluncurkan serangan mendadak kepada Vietnam Utara pada 1979. Konflik ini menyebabkan Vietnam lebih semakin bergantung terhadap bantuan ekonomi dan militer dari Soviet.Dalam sebuah perubahan sejarah pada 1986, Partai Komunis Vietnam mengimplementasikan reformasi pasar bebas (free-market) yang dikenal sebagai Doi Moi (Renovasi). Dengan kekuasaan negara tetap tak tertandingi, kepemilikan pribadi atas pertanian-pertanian dan perusahaan-perusahaan, deregulasi dan investasi asing dipicu. Namun demikian, kekuatan Partai Komunis Vietnam atas semua organ-organ pemerintahan tetap kuat.
Đổi Mới
Pada perubahan sejarah pada tahun 1986, Partai Komunis Vietnam menerapkan reformasi pasar bebas yang dikenal sebagai Đổi Mới(Renovasi). Dengan kekuasaan negara yang tetap tidak terlawankan, kepemilikan swasta atas pertanian dan perusahaan-perusahaan, deregulasi dan investasi asing dipacu. Ekonomi Vietnam mencapai pertumbuhan yang cepat dalam produksi bidang pertanian dan perindustrian, konstruksi dan perumahan, ekspor dan investasi asing. Vietnam sekarang adalah satu diantara negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.
Secara politis, reformasi belum terjadi. Partai Komunis Vietnam mempertahankan kontrol atas semua organ-organ pemerintah.

B. LETAK DAN LUAS
Luas Vietnam kurang lebih 331.688 kilometer persegi (128.066 sq mi). Bagian Vietnam yang berbatasan dengan batas-batas internasionalnya seluas 4.693 km (2.883 mi).
Sebelah Utara berbatasan dengan Republik Rakyat Cina
Sebelah Barat Laut berbatasan dengan Laos
Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Cina Selatan
Sebelah Barat Daya berbatasan dengan Kamboja

C. KEADAAN ALAM
Topografinya terdiri atas bukit-bukit dan gunung-gunung berhutan lebat, dengan dataran rendah meliputi tidak lebih dari 20%. Pegunungan berkontribusi sebesar 40% dari total luas Vietnam, dengan bukit-bukit kecil berkontribusi sebesar 40% dan hutan tropis 42%. Bagian Utara kebanyakan terdiri atas pegunungan dan Delta Sungai Merah. Phan Xi Pang, berlokasi di propinsi Lao Cai, adalah gunung tertinggi di Vietnam setinggi 3.143 m (10.312 ft). Selatan dibagi menjadi datran rendah tepi pantai, puncak Annamite Chain, hutan-hutan luas dan tanah yang buruk. Terdiri dari 5 plato tanah basalt yang rata-rata rata, pegunungan berkontribusi sebesar 16% bagi tanah arable (= tanah yang cocok untuk pertanian seperti jagung dan gandum) Vietnam dan 22% dari total lahan berhutan Vietnam.Teluk Ha Long, salah satu Situs Warisan Dunia
Delta Sungai Merah (juga dikenal sebagai Song Hong), adalah sebuah wilayah rata, berbentuk segitiga seluas 3.000 kilometer persegi, lebih kecil tetapi lebih berkembang dan berpenduduk padat daripada Delta Sungai Mekong. Dahulu Delta Sungai Merah adalah sebuah teluk kecil di kawasan Teluk Tonkin, diisi oleh deposit besar endapan sungai selama periode millenium dan memanjang 100 meter ke Teluk Tonkin setiap tahunnya. Delta Mekong meliputi sekitar 40.000 kilometer persegi, adalah dataran rendah yang tidak lebih dari tiga meter di atas permukaan laut dari titik manapun dan saling menyilang (crisscross) oleh sebuah maze (jaringan) kanal-kanal dan sungai-sungai. Sangat banyak sedimen yang dibawa oleh cabang-cabang dan aliran-aliran Sungai Mekong sehingga delta tersebut memanjang sekitar 60 hingga 80 meter ke arah laut setiap tahunnya.
Vietnam memiliki iklim monsoon (hujan lebat) tropis, dengan kelembaban rata-rata 84% sepanjang tahun. Tetapi, karena perbedaan pada garis lintang dan keanekaragaman topografi, iklim cenderung sangat bervariasi dari satu tempat terhadap tempat yang lainnya. Pada saat musim dingin atau musim kering, umumnya terjadi dari November hingga April, angin monsoon biasanya bertiup dari Timur Laut sepanjang pantai RRT dan mengarah ke Teluk Tonkin, meningkatkan banyak kelembaban; dampaknya, musim dingin di sebagian besar Vietnam adalah kering. Suhu tahunan rata-rata umumnya lebih tinggi di dataran rendah daripada di pegunungan dan dataran tinggi.

D. PENDUDUK
Sensus tahun 1999 memperkirakan populasi Vietnam sekitar 76.3 juta dan perkiraan terkini memperkirakan melebihi 86 juta. Orang-orang Vietnam membentuk kelompok etnis terbesar, dan juga disebut Viet atau Kinh. Populasi mereka terkonsentrasi pada delta-delta endapan dan dataran rendah di tepi pantai. Kelompok sosial yang homogen, orang Kinh mempengaruhi kehidupan nasional melalui kontrol mereka dalam urusan-urusan politik dan ekonomi dan peran mereka sebagai purveyor (orang yang menyediakan) kebudayaan yang dominan. Kontrasnya, kebanyakan etnis minoritas seperti orang Muong, etnis yang paling dekat hubungannya dengan orang Kinh, kebanyakan ditemukan di dataran tinggi yang meliputi dua pertiga luas keseluruhan negera. Orang Hoa (etnis Tionghoa) dan Khmer Krom kebanyakan tinggal di dataran rendah.

E. PEREKONOMIAN
Perang Vietnam sangat menghancurkan bagi perekonomian Vietnam. Pada saat pengambilalihan kekuatan, pemerintah menciptakan sebuah ekonomi terencana, mirip apa yang dilakukan Indonesia di zaman Orde Baru lewat Rencana Pembangunan Lima Tahun. Kolektivisasi pertanian, pabrik-pabrik dan modal ekonomi diterapkan, dan jutaan orang diperkerjakan pada program-program pemerintah. Untuk beberapa dekade, ekonomi Vietnam terganggu oleh ketidak efisien-an dan korupsi dalam program-program negara, kualitas buruk dan di bawah target produksi dan pembatasan pada kegiatan perekonomian dan perdagangan. Vietnam juga menderita akibat embargo perdagangan oleh Amerika Serikat dan kebanyakan negara-negara Eropa setelah Perang Vietnam. Setelah itu, partner-partner perdagangan dengan blok-blok Komunis mulai surut. Pada 1986,
Kongres Partai Keenam memperkenalkan reformasi ekonomi penting dengan elemen-elemen ekonomi pasar sebagai bagian dari paket reformasi ekonomi luas yang disebut Doi Moi (Renovasi). Kepemilikan swasta digenjot dalam bidang industri, perdagangan dan pertanian. Dalam satu pihak, Vietnam berhasil mencapai pertumbuhan GDP tahunan sebesar 8% dari tahun 1990 hingga 1997 dan berlanjut sekitar 7% dari tahun 2000 hingga 2005, membuat Vietnam sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat kedua di dunia. Pada saat yang bersamaan, investasi asing tumbuh tiga kali lipat dan simpanan domestik tumbuh empat kali lipat.
Manufaktur, teknologi informasi dan industri teknologi canggih membentuk bagian besar dan tumbuh dengan cepat daripada ekonomi nasional. Vietnam secara relatif adalah pemain baru dalam bisnis perminyakan, tetapi sekarang Vietnam adalah produser minyak terbesar ketiga di Asia Tenggara dengan nilai produksi 400.000 barel per hari. Vietnam adalah salah satu negara Asia yang memiliki kebijakan ekonomi paling terbuka; neraca perdagangan mencapai sekitar 160% GDP, lebih dari dua kali rasio yang dimiliki Cina dan lebih dari empat kali rasio India.
Vietnam secara umum masih tergolong negara miskin dengan GDP US$280,2 miliar (estimasi 2006). Ini menandakan kemampuan daya beli sebesar ~US$3.300 per kapita (atau US$726 per kapita berdasarkan market exchange rate). Tingkat inflasi diperkirakan 7.5% per tahun pada 2006. Daya beli publik meningkat dengan pesat. Kemiskinan, berdasarkan jumlah penduduk yang hidup dengan pendapatan di bawah $1 per hari, telah menurun secara drastis dan sekarang lebih sedikit daripada di Cina, India dan Filipina.
Sebagai hasil dari langkah-langkah reformasi tanah (land reform), Vietnam sekarang adalah produsen kacang cashew terbesar dengan pangsa 1/3 dari kebutuhan dunia dan eksportir beras kedua terbesar di dunia setelah Thailand. Vietnam memiliki persentasi tertinggi atas penggunaan lahan untuk kepentingan cocok tanam permanen, 6,93%, daripada negara-negara lain di Sub-wilayah Mekong Raya (Greater Mekong Subregion). Selain beras, kunci ekspor adalah kopi, teh, karet dan produk-produk perikanan. Tetapi, peranan pertanian terhadap pemasukan ekonomi telah berkurang, jatuh berdasarkan sumbangan terhadap GDP dari 42% pada tahun 1989 menjadi 20% pada tahun 2006, akibat dari meningkatnya produksi sektor-sektor ekonomi lainnya. Pengangguran diperkotaan meningkat terus menerus dalam beberapa tahun terakhir karena tingginya tingkat migrasi dari desa ke kota-kota, sedangkan pengangguran di pedesaan sudah mencapai level kritis. Diantara langkah-langkah lain yang diambil dalam proses transisi ke ekonomi pasar, Vietnam, pada Juli 2006 meng-update peraturan properti intelektualnya untuk mematuhi TRIPS. Vietnam diterima sebagai anggota WTO pada 7 November 2006. Partner-partner perdagangan utama Vietnam termasuk Jepang, Australia, negara-negara ASEAN, Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat.

F. TRANSPORTASI
Jaringan transportasi modern Vietnam awalnya dibangun di bawah pemerintahn Perancis untuk keperluan panen material-material mentah, dan direkonstruksi dan dengan ekstensif dimodernisasikan setelah Perang Vietnam. Kereta api adalah transportasi paling populer. sistem jalan Vietnam termasuk jalan nasional diurus oleh level pusat; jalan propinsi diurus oleh level propinsi; jalan kotamadya diurus oleh level kotamadya, jalan kota diurus oleh level kota dan jalan komunitas diurus oleh level komunitas. Sepeda, sepeda motor dan bus umum tetap sebgai transportasi jalan paling populer di kota-kota dan pedesaan Vietnam. Kemacetan adlah masalah serius di Hanoi dan kota Ho Chi Minh karena jalan-jalan kota berjuang untuk mengatasi membeludaknya jumlah automobil. Juga ada lebih dari 17.000 kilometer jalur air bernavigasi yang memainkan peran penting dalam kehidupan desa, berhutang kepada jaringan luas sungai-sungai di Vietnam. Vietnam memiliki enam pelabuhan di Cam ranh, Da nang, Hai phong, Ho Chi Minh City, Hong gai, Qui nhon dan Nha trang
Pengangkutan air di daerah Vietnam utara dilakukan di pinggir laut ssedangkan di Vietnam selatan melalui sungai Mekong dan terusan-terusan yang banyak terdapat di Vietnam selatan sehingga transportasi air cukup penting di Vietnam selatan.
Pengangkutan udara di vietnam utara kurang baik dikarenakan sulitnya membangun lapangan terbang sesuai dengan keadaan daratan yang kurang menguntungkan. Sedangkan di Vietnam Selatan layanan penerbangan cukup baik. Tetapi penerbangan lebih ditekankan pada penerbangan dalam negeri dikarenakan sangat pengangkutan darat penuh dengan kesukaran dan bahaya.

G. PENDIDIKAN
Vietnam memiliki jaringan sekolah-sekolah dan univeristas-universitas negeri yang luas. Pendidikan umum di Vietnam diberikan dalam 5 kategori: TK, SD, SMP, SMA dan Universitas. Pelajaran-pelajaran sebagaian besar diajarkan dalam Bahasa Vietnam. Sekolah negeri dalam jumlah besar telah dipersiapkan di kota-kota besar dan kecil dan pedesaan untuk kepentingan menaikkan tingkat melek huruf nasional. Ada banyak universitas-universitas spesialis yang didirikan untuk mengembangkan tenaga kerja nasional yang luas dan terampil. Kebanyakan orang Vietnam menempuh jalur univeristas di Ho Chi Minh City dan Hanoi. Menghadapi masalah serius, sistem pendidikan Vietnam sedang dalam proses reformasi menyeluruh yang diluncurkan oleh pemerintah.

H. SOSIAL BUDAYA
Menurut angka resmi, 86.2% populasi berbahasa Vietnam sebagai bahasa ibu. Pada sejarah awal, Orang Vietnam menulis dengan karakter Tionghoa. Pada abad ke 13, orang Vietnam mengembangkan karakter mereka sendiri yaitu Chu Nom
Beberapa bahasa lain digunakan dalam percakapan oleh beberapa grup-grup minoritas di Vietnam. Bahasa-bahasa tersebut adalah Tay, Muong (Hmong), Khmer, Tionghoa, Nung, Lolo, Man, Meo, Banahr, Rhade, Sedang, Ede, Thai.
Bahasa Perancis, peninggalan masa kolonial, masih digunakan oleh orang-orang tua Vietnam sebagai bahasa kedua tetapi telah hilang kepopulerannya. Bahasa Rusia - bahkan yang kurang penting seperti Bahasa Ceko dan Polandia - sering dikenal di antara mereka yang keluarganya terikat dengan blok Soviet. Dalam beberapa tahun terakhir, bahasa Mandarin, Jepang, dan Inggris telah menjadi bahasa-bahasa asing paling populer, dengan bahasa Inggris menjadi sebagai pelajaran wajib di kebanyakan sekolah.
Kebanyakan sejarah Vietnam, Buddha Mahayana, Taoisme dan Konfusianisme mempunyai pengaruh kuat terhadap kehidupan berbudaya dan beragama masyarakat Vietnam. Menurut sensus tahun 1999, 80.8% orang Vietnam tidak beragama. Kristen diperkenalkan Perancis dan juga oleh kehadiran militer Amerika meskipun tidak banyak pengaruhnya. Cukup banyak penganut Katolik Roma dan Protestan dikalangan komunitas Cao Dai dan Hoa Hao. Gereja Protestan terbesar adalah Evangelical Church of Vietnam dan Montagnard Evangelical Church. Keanggotan Islam Bashi dan Sunni biasanya diakreditasikan kepada etnis minoritas Cham, tetapi ada juga pengikut Islam lainnya di bagain Barat Daya Vietnam. Pemerintah Vietnam telah dikritik atas kekerasan beragama. Tetapi, berkat perbaikan tentang kebebasan beragama belakangan ini, pemerintah Amerika Serikat tidak lagi menganggap Vietnam sebagai Country of Particular Concern (negara yang ikut campur dalam bidang-bidang tertentu).
Lebih dari ribuan tahun, kebudayaan Vietnam sangat dipengaruhi oleh negara tetangga, RRC. Karena asosiasi lama dengan RRC, kebudayaan Vietnam tetap kuat berpegang teguh kepada Konfusianisme yang menekankan pada tugas-tugas yang kekeluargaan. Pendidikan dihargai sangat tinggi. Dalam sejarah, lulus dalam ujian Mandarin kerajaan adalah satu-satunya cara bagi seorang Vietnam untuk maju secara sosial.Dalam era sosialis, kehidupan kebudayaan Vietnam banyak dipengaruhi oleh media yang dikontrol pemerintah dan program budaya sosialis. Untuk beberapa dekade, pengaruh kebudayaan asing dihindarkan dan ditekankan kepada penghargaan dan sharing kebudayaan negara-negara komunis seperti Uni Soviet, Republik Rakyat Cina, Kuba, dll. Sejak tahun 1990an, Vietnam telah terekspos secara besar kepada kebudayaan dan media Asia Tenggara, Eropa dan Amerika.
Musik Vietnam sedikit berbeda berdasarkan tiga wilayah: Bac atau Utara, Trung atau Tengah dan Nam atau selatan. Musik klasik Utara adalah yang tertua di Vietnam dan secara tradisional lebih formal. Musik tradisional Vietnam dapat ditilas balik pada invasi Mongol, ketika orang-orang Vietnam menangkap sebuah grup opera Tiongkok. Musik klasik Tengah menunjukan pengaruh kebudayaan Champa dengan melodi melankolisnya. Musik Selatan memancarkan sikap laissez-faire (Bahasa Perancis= peraturan yang memperbolehkan kepemilikan swasta tanpa kontrol pemerintah / kebebasan).

I. SISTEM PEMERINTAHAN
Republik Sosialis Vietnam adalah sebuah negara partai tunggal. Sebuah konstitusi baru disahkan pada April 1992 menggantikan versi 1975. Peran utama terdahulu Partai Komunis disertakan kembali dalam semua organ-organ pemerintah, politik dan masyarakat. Hanya organisasi politik yang bekerjasama atau didukung oleh Partai Komunis diperbolehkan ikut dalam pemilihan umum. Ini meliputi Barisan Tanah Air Vietnam (Vietnamese Fatherland Front), partai serikat pedagang dan pekerja. Meskipun negara tetap secara resmi berjanji kepada sosialisme sebagai doktrinnya, makna ideologi tersebut telah berkurang secara besar sejak tahun 1990-an. Presiden Vietnam adalah kepala negara dan secara nominal adalah panglima tertinggi militer Vietnam, menduduki Dewan Nasional untuk Pertahanan dan Keamanan (Council National Defense and Security). Perdana Menteri Vietnam adalah kepala pemerintahan, mengepalai kabinet yang terdiri atas 3 deputi perdana menteri dan kepala 26 menteri-menteri dan perwira-perwira.
Majelis Nasional Vietnam (National Assembly of Vietnam) adalah badan pembuat undang-undang pemerintah yang memegang hak legislatif, terdiri atas 498 anggota. Majelis ini memiliki posisi yang lebih tinggi daripada lembaga eksekutif dan judikatif. Seluruh anggota kabinet berasal dari Majelis Nasional. Mahkamah Agung Rakyat (Supreme People's Court of Vietnam) memiliki kewenangan hukum tertinggi di Vietnam, juga bertanggung jawab kepada Majelis Nasional. Di bawah Mahkamah Agung Rakyat adalah Pengadilan Kotamadya Propinsi dan Pengadilan Daerah Vietnam. Pengadilan Militer Vietnam juga cabang adjudikatif yang kuat dengan kewenangan khusus dalam hal keamanan nasional. Semua organ-organ pemerintah Vietnam secara besar dikontrol oleh Partai Komunis. Mayoritas orang-orang yang ditunjuk pemerintah adalah anggota-anggota partai. Sekretaris Jendral Partai Komunis mungkin adalah salah satu pemimpin politik terpenting di Vietnam, mengontrol organisasi nasional partai dan perjanjian-perjanjian negara, juga mengatur undang-undang.
Tentara Rakyat Vietnam (TRV) adalah tentara nasional Vietnam, yang diorganisasikan mencontoh pada organisasi Tentara Pembebasan Rakyat. TRV lebih jauh lagi dibagi menjadi Angkatan Darat Rakyat Vietnam (termasuk Pasukan Pendukung Strategis dan Pasukan Pertahanan Perbatasan), Angkatan Laut Rakyat Vietnam, Angkatan Udara Rakyat Vietnam serta Penjaga Pantai. Dalam sejarahnya, TRV secara aktif dilibatkan dalam pembangunan Vietnam untuk mengembangkan ekonomi Vietnam. Ini dilakukan dalam upaya untuk mengkoordinasikan pertahanan nasional dan ekonomi. TRV diterjunkan di bidang seperti industri, pertanian, perhutanan, perikanan dan telekomunikasi. Saat ini, kekuatan TRV mendekati 500.000 tentara. Pemerintah juga mengontrol pasukan cadangan sipil dan kepolisian. Peran militer dalam sektor kehidupan rakyat pelan-pelan dikurangi sejak tahun 1980an.



DAFTAR PUSTAKA
Diktat Geografi Regional Asia Tenggara
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Hanoi_Oper.jpg&filetimestamp=20050414200109
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Vietnam
http://indonesian.cri.cn/481/2010/01/06/1s106386.htm

Senin, 25 Oktober 2010

Deskripsi Negara Thailand


A. SEJARAH
Kebudayaan Masa Perunggu diduga dimulai sejak 5600 tahun yang lalu di Thailand (Siam). Kemudian, datang berbagai imigran antara lain suku bangsa Mon, Khmer dan Thai. Salah satu kerajaan besar yang berpusat di Palembang, Sriwijaya, pernah berkuasa sampai ke negeri ini, dan banyak peninggalannya yang masih ada di Thailand. Bahkan, seni kerajinan di Palembang dengan Thailand banyak yang mirip.
Thailand secara tradisional dikaitkan dengan sebuah kerajaan yang berumur pendek, Kerajaan Sukhothai yang didirikan pada tahun 1238. Kerajaan ini kemudian diteruskan Kerajaan Ayutthaya yang didirikan pada pertengahan abad ke-14 dan berukuran lebih besar dibandingkan Sukhothai. Kebudayaan Thailand dipengaruhi dengan kuat oleh Tiongkok dan India. Hubungan dengan beberapa negara besar Eropa dimulai pada abad ke-16 namun meskipun mengalami tekanan yang kuat, Thailand tetap bertahan sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah oleh negara Eropa, meski pengaruh Barat, termasuk ancaman kekerasan, mengakibatkan berbagai perubahan pada abad ke-19 dan diberikannya banyak kelonggaran bagi pedagang-pedagang Britania.
Sebuah revolusi tak berdarah pada tahun 1932 menyebabkan dimulainya monarki konstitusional. Sebelumnya dikenal dengan nama Siam, negara ini mengganti namanya menjadi Thailand pada tahun 1939 dan untuk seterusnya, setelah pernah sekali mengganti kembali ke nama lamanya pasca-Perang Dunia II. Pada perang tersebut, Thailand bersekutu dengan Jepang; tetapi saat Perang Dunia II berakhir, Thailand menjadi sekutu Amerika Serikat. Beberapa kudeta terjadi dalam tahun-tahun setelah berakhirnya perang, namun Thailand mulai bergerak ke arah demokrasi sejak tahun 1980-an.
Kalender Thailand didasarkan pada Tahun Buddha, yang lebih cepat 543 tahun dibandingkan kalender Barat. Tahun 2000 Masehi sama dengan tahun 2543 dalam kalender Thailand.
Pada 26 Desember 2004, pesisir barat Thailand diterjang tsunami setinggi 10 meter setelah terjadinya gempa bumi Samudra Hindia 2004, menewaskan 5.000 orang di Thailand, dan setengahnya merupakan wisatawan.
Pada awal 2005 terjadi sebuah tragedi di Thailand Selatan yang mempunyai populasi dengan mayoritas Muslim. Sekitar 70 orang terbunuh akibat kekerasan yang dilakukan oleh rezim Shinawatra. Banyak negara yang mengecam keras tragedi ini. Namun dalam pemilihan kepala pemerintahan, Thaksin Shinawatra kembali memerintah negara ini untuk empat tahun berikutnya.

B. LETAK
Thailand berbatasan dengan Laos dan Myanmar di sebelah utara, dengan Malaysia dan Teluk Siam di selatan, dengan Myanmar dan Laut Timur di barat dan dengan Laos dan Kamboja di timur. Koordinat geografisnya adalah 5°LU-21° LU dan 97°BT-106° BT. Negara ini memiliki luas ±513.115 km2 sehingga merupakan Negara ketiga besarnya di Asia Tenggara. Panjang dari Negara ini 1.609 km dan lebarnya 805 km.

C. KEADAAN ALAM
Secara geografis, Thailand terbagi enam: perbukitan di utara di mana gajah-gajah bekerja di hutan dan udara musim dinginnya cukup baik untuk tanaman seperti strawberry dan peach; plateau luas di timur laut berbatasan dengan Sungai Mekong; dataran tengah yang sangat subur; daerah pantai di timur dengan resor-resor musim panas di atas hamparan pasir putih; pegunungan dan lembah di barat; serta daerah selatan yang sangat cantik.

Thailand merupakan tempat terletaknya beberapa wilayah geografis yang berbeda. Di sebelah utara, keadaannya bergunung-gunung, dan titik tertingginya berada di Doi Inthanon (2.576 m). Sebelah timur laut terdiri dari Hamparan Khorat, yang dibatasi di timur oleh sungai Mekong. Wilayah tengah negara didominasi lembah sungai Chao Phraya yang hampir seluruhnya datar, dan mengalir ke Teluk Thailand. Di sebelah selatan terdapat Tanah Genting Kra yang melebar ke Semenanjung Melayu.
Cuaca setempat adalah tropis dan bercirikan monsun. Ada monsun hujan, hangat dan berawan dari sebelah barat daya antara pertengahan Mei dan September, serta monsun yang kering dan sejuk dari sebelah timur laut dari November hingga pertengahan Maret. Tanah genting di sebelah selatan selalu panas dan lembab. Kota-kota besar selain ibu kota Bangkok termasuk Nakhon Ratchasima, Nak.hon Sawan, Chiang Mai, dan Songkhla. Thailand memiliki iklim tropis yang ramah, dengan musim semi dari Maret sampai Mei, musim hujan - namun tetap banyak matahari - di Juni sampai September, dan musim dingin dari Oktober sampai Februari. Rata-rata suhu tahunan adalah 28 derajat C.

D. PENDUDUK
Penduduk Thailand berjumlah 64,631,595. perkiraan jumlah penduduk juga memperhitungkan efek dari tingginya tingkat kematian karena AIDS; ini dapat dilihat pada harapan hidup yang rendah, tingginya tingkat kematian bayi, rendahnya tingkat pertumbuhan dan populasi, dan perubahan pada penyebaran oleh usia dan jenis kelamuin yang tidak sesuai harapan (Juli 2006 )
Berdasarkan Struktur usia komposisi penduduk Thailand sebagai berikut:
0-14 tahun: 22% (laki-laki 7,284,068/perempuan 6,958,632)
15-64 tahun: 70% (laki-laki 22,331,312/perempuan 22,880,588)
65 tahun dan lebih: 8% (laki-laki 2,355,190/perempuan 2,821,805) (2006)
Tingkat pertumbuhan populasi di Negara ini 0.68% pada tahun 2006.
Tingkat kelahirannya mencapai 13.87 kelahiran/1000 populasi
Tingkat kematiannya adalah 7.04 kematian/1000 populasi
Perbandingan jenis kelamin:
saat kelahiran: 1.05 laki-laki/perempuan
bawah 15 tahun: 1.05 laki-laki/perempuan
15-64 tahun: 0.98 laki-laki/perempuan
65 tahun dan lebih: 0.84 laki-laki/perempuan
total populasi: 0.98 laki-laki/perempuan (2006 ).

E. PEREKONOMIAN
1. Pertanian (agrikultur)
Hasil pertanian yang utama di Thailand Beras, singkong (tapioca), karet, jagung, tebu, kelapa, kacang kedelai
2. Pertambangan
Hasil pertambangan meliputi timah (hasil pertambangan utama), tembaga, minyak dan gas, bijih besi, emas, timbal, dan wolfram.
3. Industri
Industri yang dikembangkan masih bersifat industri pengolahan hasil alam, seperti pengolahan beras, pengolahan karet mentah, pemintalan benang, tekstil, semen, dan berbagai produk olahan minyak bumi. Saat ini mulai berkembang industri perakitan komponen elektronika dan otomotif.
4. Pariwisata
Pemerintah Thailand menggabungkan konsep wisata alam dan wisata budaya. Salah satu objek wisata alam yang terkenal adalah Pantai Pattaya di Teluk Siam dan panorama indah pegunungan di Chiang Mai (Pegunungan Utara). Wisata budaya berupa bangunan-bangunan sejarah atau tarian khas Thailand.

F. PENDIDIKAN
Dalam acara rapat dengan Atase Pendidikan (atdik) yaitu untuk pemantapan program kerja dan pembinaan Sekolah Indonesia Luar Negeri di Bangkok (SILN), telah di paparkan tentang sistem pendidikan di Thailand. Dalam paparan tentang sistem pendidkan di Thailand ternyata ada kesamaan dengan sitem pendidikan di Indonesia dan ada juga perbedaanya. Berikut ini penjelasannya.
Sistem pendidikan di Thailand terbagi menjadi 3, yaitu : pendidikan formal, pendidikan non-formal dan pendidikan informal.Untuk sistem pendidikan formal terdiri dari pendidikan dasar dan pendidikan tinggi. sedangkan sistem pendidikan non-formal terdiri dari : program sertifikat kejuruan, program short course sekolah kejuruan dan interest group program.
Wajib belajar di Thailand adalah wajib belajar 9 tahun, dengan rincian grade sebagai berikut :
• Pendidikan play group dan TK usia 3-6 tahun
• Pendidikan Sekolah dasar (selama 6 tahun), grade 1-6
• Pendidikan Sekolah Menengah (selama 3 tahun), grade 7-9
• Pendidikan Sekolah Menengah atas (selama 3 tahun), grade 10-12
Untuk grade 7-12 dalam satu kompon sekolahan, mereka tak harus mendaftar lagi , sudah otomatis melanjutkan di sekolah itu.
Ujian Nasional (UN) di Thailand dikoordinasikan oleh Bureu of Education Testing Office dari Komisi Pendidikan Dasar yang memakai Sistem Ordinary National Education Test (O-net). UN di wajibkan untuk grade 3, 6, 9 dan 12. Ada 8 mata pelajaran yang di-UN kan yaitu :
1. Bahasa Thai
2. Matematika
3. Science
4. Ilmu sosial
5. Agama dan Kebudayaan
6. Bahasa asing
7. Health dan Physical Education
8. Art, Career dan Technology
Sedangkan siswa dari grade 1,2,4,5,7,8,10 dan 11, mengikuti ujian kelas dari sekolah masing-masing yang mengacu dari Office of Academic affair , Kementrian Pendidikan Thailand, secara serentak. Mudah-mudahan dapat menambah wawasan kawan-kawan.

G. SOSIAL BUDAYA
Populasi Thailand didominasi etnis Thai dan Lao, yang berjumlah 3/4 dari seluruh penduduk. Selain itu juga terdapat komunitas besar etnis Tionghoa yang secara sejarah memegang peranan yang besar dalam bidang ekonomi. Etnis lainnya termasuk etnis Melayu di selatan, Mon, Khmer dan berbagai suku orang bukit.
Buddha Theravada adalah agama yang dianut lebih dari 90% penduduk Thai yang religius. Thailand juga sangat mendukung kebebasan beragama, dan terdapat umat Muslim, Kristen, Hindu dan Sikh yang bebas menganut agamanya di Thailand. Bahasa Thailand merupakan bahasa nasional Thailand, yang ditulis menggunakan aksaranya sendiri, tetapi ada banyak juga bahasa daerah lainnya. Bahasa Inggris juga diajarkan secara luas di sekolah.
Meskipun bahasa Thai hampir tak dapat dimengerti oleh wisatawan, namun bahasa Inggris dipahami luas di tempat-tempat utama seperti Bangkok, dan juga menjadi bahasa bisnis resmi di sana. Nama-nama jalan menggunakan bahasa Inggris di bawah bahasa Thai.
Muay Thai, sejenis kickboxing ala Thailand, adalah olahraga nasional di Thailand dan merupakan seni beladiri setempat. Popularitasnya memuncak di seluruh dunia pada tahun 1990-an. Ada pula seni beladiri yang mirip dengan muay Thai di negara-negara lain di Asia Tenggara.
Ucapan penyambutan yang umum di Thailand adalah isyarat bernama wai, yang gerakannya mirip dengan gerakan sembahyang. Hal-hal yang tabu dilakukan di antaranya menyentuh kepala seseorang dan menunjuk dengan kaki, karena kepala dan kaki masing-masing merupakan bagian tubuh yang paling atas dan bawah.

Dikutip dari berbagai sumber

MASALAH TRANSPORTASI

A. PERMASALAHAN TRANSPORTASI DI PERKOTAAN
Transportasi dalam bentuk lalu lintas kendaraan bermotor di jalan-jalan di dalam kota dapat menyebabkan terjadinya:
1. Kemacetan (traffic congestion)
2. Pencemaran udara (air pollution)
3. Kebisingan (traffic noise)
4. Kecelakaan Lalulintas

1. Kemacetan (Traffic congestion)
Terjadinya kemacetan lalu lintas membawa pengaruh yang tidak menguntungkan baik terhadap pengendara/penumpang, masyarakat maupun bagi pemerintah setempat. Banyak faktor yang mengakibatkan terjadinya kemacetan lalu lintas di perkotaan, antara lain:
a. Pertumbuhan/perkembangan Kota
Banyak kota-kota besar sekarang ini berawal darii sebuah desa di perdalaman atau sebuah desa di pinggir pantai yang tumbuh dan berkembang menjadi satu kota besar. Berkembangnya menjadi kota besar karena jumlah manusia yang terus bertambah. Karena kota tumbuh dan berkembang dari sebuah desa yang tidak terencana dengan baik, mengakibatkan penggunaan tata ruang menjadi tidak teratur.
Pemukiman penduduk tumbuh di setiap tempat yang memungkinkan untuk didirikan seperti: sepanjang batas tepi aliran sungai, sepanjang pinggiran rel kereta api, bahkan kadng-kadang rumah dibangun dekat sekali dengan jalan. Keadaan seperti ini mengakibatkan jalanjalan menjadi sempit dan tidak teratur, tanpa drainase yang memadai sehingga pada saat musim penghujan banjir/genangan air terutama di daerah-daerah yang perkotaan yang datar.
b. Perkembangan kota yang tidak diikuti dengan pengaturan struktur tata guna lahan yang sesuai
c. Tidak seimbangnya pertambahan jaringan jalan, fasilitas laulintas, dan angkutna kota bila di bandingkan dengan pertumbuhan jumlah kendaraan.
d. Penggunaan kendaraan pribadi secara berlebihan dan tidak efisien.
e. Kualitas dan jumlah kendaraan angkutan umum yang belum memadai.
f. Masih kurangnya peranan kereta api sebagai angkutan kota massal.
g. Pusat-pusat kegiatan seperti:pusat perdagangan, perkantoran, pendidikan, dan sebagainya ada kalanya terusat pada satu lokasi.
h. Masalah parkir
Di beberapa pemukiman setiap ruang kosong yang tersedia selalu diisi kendaraan yang di parkir sepanjang siang maupun malam hari. Penduduk sulit memperoleh ruang kosong dan akhirnya sepanjang malam kendaraan ditinggalkan di pinggir jalan sehingga jalan sulit diawasi dan di bersihkan.
Pusat perbelanjaan yang di bangun beberapa tahun lalu yang tidak memiliki ruang parkir secukupnya, menggunkan jalan disekitar pusat perbelanjaan tersebut sebagai tempat parkir yang menimbulkan terjadinya kemacetan jalan yang cukup serius.
Kendaraan angkutan barang juga menyebabkan masalah parkir di kota, walaupun hanya sebentar, tetapi mengganggu kendaraan lain karena memblokir jalan dan menghabiskan uang parkir.
2. Pencemaran udara (air pollution)
Pencemaran udara adalah hadirnya di dalam atmosfer / udara luar, satu atau lebih kontaminan (bahan pencemar) udara, atau kombinasinya dalam jumlah dan waktu sedemikian yang cenderung melukai / menyakiti manusia, tanaman, hewan, atau benda milik manusia (Poernomosidhi 1995). Pencemaran udara akibat transportasi terutama terpusat di sekitar daerah perkotaan dan pada prinsipnya disebabkan oleh lalu lintas di perkotaan.
Kendaraan bermotor yang berhenti dan mulai berjalan (di kebanyakan jalan-jalan arteri kota) mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam emisi gas-gas hidrokarbon dan karbon monoksida dari kendaraan. Dispersi pencemaran udara tergantung pada beberapa kondisi, seperti meteorologi, topografi, dan aerografi dari daerah perkotaan. Polutan (bahan pencemar) yang dominan adalah CO, SOx, NOx, THC (Total Hydro Carbon), dan TSP (Total Suspended Particulate) atau debu partikulat, dengan kontribusiCO, NOx, dan hidrokarbon berasal dari transportasi, SOx dari kegiatan industri, dan TSP umumnya dari kegiatan permukiman. Pencemaran udara di banyak kota-kota besar pada umumnya berhubungan dengan pembangunan dari kegiatan-kegiatan di sektor transportasi dan industri, meskipun sektor perdagangan dan permukiman tetap memberikan kontribusi yang cukup besar pula.
3. Kebisingan (traffic noise)
Bising adalah bunyi yang tidak dikehendaki, atau tenaga getaran yang tidak terkendali. Umumnya ada tiga sumber kebisingan (Poernomosidhi 1995) :
a. Kebisingan lalu lintas/transportasi
b. Kebisingan pekerjaan atau industri
c. Kebisingan penduduk/permukiman
Semua kebisingan tersebut dapat menghasilkan kerusakan fisik dan psikologis. Kebisingan lalu lintas adalah konstan dan menyebar luas, karena itu menimbulkan masalah-masalah yang lebih serius. Pada umumnya kecepatan kendaraan yang lebih tinggi akan menghasilkan tingkat kebisingan yang lebih tinggi pula, dan permukaan jalan yang makin kasar juga akan menghasilkan kebisingan yang makin tinggi. Bunyi yang paling keras ditimbulkan di daerah persimpangan (intersection area) dengan adanya kendaraan yang berhenti atau mengerem, serta kendaraan yang mulai berjalan.

4. Kecelakaan Lalu Lintas
Kecelakaan adalah hal yang sering kita dengar dan kita lihat di jalan raya, yang sudah barang tentu akan merugikan bagi pemakai jalan raya itu sendiri. Kalau di perhatikan maka ada bebrapa faktor yang mempengaruhi keadaan tersebut antara lain:
a. Faktor pengemudi
Keadaan yang dihadapi pengemudi sangat kompleks, bukan hanya mengatur kemudi atau menginjak rem sebagai contoh yang paling umum terjadi pada persimpangan jalan dimana kendaraan dating dari segala arah.Untuk memudahkan pengendara pada situasi yang kompleks dan mengurangi bahaya maka perencana jalan melengkapi jalan-jalan dengan rambu-rambu jalan.
Faktor lain yang mempengaruhi pengemudi adalah kepentingan pribaditerutama kekuatiran terhadap kecelakaan merupakan hal yang mempengaruhi pengemudi dalam mengambil keputusan. Ketakutan akan ditahan polisi dan mendapat hukuman juga mempengaruhi perilaku pengemudi.
Kelelahan dan perasaan mengantuk mengurangi kemampuan seorang pengemudi mengendarai secara aman.Dengan demikian secara mental maupun fisik pengemudi ini mudah sekali mengalami kecelakaan.
b. Faktor kendaraan
Bentuk kendaraan yang beraneka ragam yang beroperasi di jalan adakalanya tidak sesuai dengan kondisi jalan seperti lebar, daya tahan angkutan dan kelandaian. Mobil penumpang yang besar dan truk menghendaki jalan yang lebar agar dapat bergerak secara bebas dan aman, Konstruksi jalan yang tahan terhadap berat atau beban berat dan kelandaian yang minimum. Kalau kondisi ini tidak dipenuhi maka keselamatan dan kenyamanan kendaraan tidak dapat diperoleh.
c. Faktor Arus Lalu Lintas
Dalam keadaan normal diamana tidak ada hambatan semua pengemudi mentaati ketentuan yang berlaku, arus lalu lintas yang padat tersebut dapat diefektifkan semaksimal mungkin. Tapi karena manusia ingin segera sampai ke tempat tujun atau lalu lintas macet mengakibatkan para pengendara berusaha saling mendahului ynag kadang-kadang memaksakan kendaraan melewati jalan yang bukan diperuntukkan untuk jalan kendaraan. Keadaan ini akan mengakibatkan arus lalu lintas macet atau bahkan dapat menimbulkan arus kendaraan tidak dapat bergerak dalam beberapa waktu. Suasana panik dan marah akan muncul, kesabaran mulai mengendur, suasana seperti ini jelas akan menimbulkan terjadinya kecelakaan di jalan raya.

d. Faktor Jalan
Karena tiap jalan berbeda panjang dan lebarnya maka kemampuan (kapasitas) jalan berbeda-beda. Disampng lebar jalan juga berpengaruh pada jarak pandang, kelandaian dan faktor cuaca.

B. PEMECAHAN MASALAH TRANSPORTASI PERKOTAAN
1. Pemecahan Masalah Kemacetan
Dalam mengatasi masalah kemacetan lalu lintas dan masalah lalu lintas lainnya di pekotaan, beberapa altenatif pemecahan masalah yang dapat ditempuh antara lain :
a. Pelebaran jalan
b. Peningkatan kapasitas persimpangan
c. Peningkatan kapasitas ruas jalan
d. Peningkatan kapasitas jaringan
e. Peningkatan pelayanan angkutan umum
f. Membatasi penggunaan kendaraan pribadi
g. Menetapkan daerah parkir

2. Pemecahan Masalah Pencemaran Udara
Pemecahan masalah pencemaran udara di perkotaan didominasi oleh transportasi kendaraan bermotor, sehingga usaha yang lebih efektif dalam mengurangi pencemaran udara di perkotaan adalah dengan memperkecil emisi gas buang dari kendaraan bermotor. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan (Miller 1985), yaitu:
a. Menggalakkan pemakaian sepeda dan mengembangkan sistem angkutan massal (mass rapid
transit system) perkotaan.
b. Mengurangi kendaraan bermotor (mobil)
c. Mengubah mesin kendaraan bermotor
d. Menggunakan bahan bakar alternatif (al. gas)yang ramah lingkungan

Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di perkotaan dapat dilakukan dengan berbagai usaha, seperti:
 Tidak membangun jalan-jalan baru
 Menaikkan harga bahan bakar secara drastis
 Menyediakan jalur khusus untuk kendaraan umum (bis, taksi) dan sepeda, khususnya pada jam-jam sibuk/padat lalu lintas
 Mengenakan biaya tol jalan atau jembatan yang lebih tinggi pada jam-jam sibuk
 Menghapuskan atau mengurangi biaya tol jalan atau jembatan untuk kendaraan dengan tiga atau lebih penumpang
 Mengenakan pajak untuk tempat-tempat parkir kendaraan
 Meniadakan beberapa tempat parkir di pusat kota
 Mengenakan pajak yang tinggi untuk kendaraan yang bolak-balik (commuters)
 Melarang kendaraan bermotor pada beberapa jalan atau pada daerah tertentu
Selanjutnya usaha mengubah mesin kendaraan bermotor agar gas buang yang dihasilkan lebih sedikit mencemari udara (kurang polutif), dapat dilakukan dengan antara lain:
a. Mengubah mesin pembakar dalam (internal combustion engines), hingga penggunaan bahan bakar berkurang dan polusinya lebih sedikit.
b. Memakai mesin yang lebih efisien tenaganya, hingga polusi yang dihasilkan juga lebih sedikit.
c. Mengurangi berat kendaraan dengan memakai lebih banyak bahan plastik dan logam ringan untuk badan (body) kendaraan.

3. Pendekatan Untuk Mengurangi Masalah Kecelakaan Lalu Lintas
a. Pembatasan Kecepatan
Hampir semua jalan raya mempunyai pembatasan dalan kecepatan umumnya pembatasan ini adalah kecepatan maksimum dan minimum.Pembatasan kecepatan maksimum di umumkan pada daerah-daerah dimana banyak terdapat lalu litas kendaraan dengan berbagai kecepatan. Pembatasan kecepatan juga di umumkan pada lengkungan-lengkungan jalan raya dan biasanya dibuat untuk alasan keselamatan.
b. Kontrol Arus Kendaraan
Bentuk paling umum dari control arus kendaraan adalah dengan membuat kanalisasi, yaitu pemisahan lalu intas pada suatu jalan menjadi dua arah, yang masing-masing berada pada bagian jalan yang berbeda.
Kontrol pada kendaraan dilakukan pada ruas jalan, persimpangan, dan control arus kendaraan untuk mendahului.
c. Pelaksanaan Peraturan Lalu Lintas
Pengembangan patrol jalan raya, peningkatan kemampuan polisi, penanganan pelanggaran lalu lintas oleh pengadilan secara rasional dan disiplin pengemudi yang lebih baik perlu dikembangka atau diterapkan secara serius akan dapat mengurangi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

SUMBER:
Mbina pinem,2010.Geografi Transport. FIS UNIMED:Medan.
http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:K_lUhozM28cJ:jurnalsipiluph.files.wordpress.com/2006/12/vol3-no2-naskah_5.pdf+permasalahan+transportasi+perkotaan&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESjUMpRdDB-Ga8WSPhLZC-yBerQtyC_9no-kXfLWrM-nCt6Ogf2mkpK93jla8b43fC2ly486YS_ARsIiyP4ghpstsMMsrFQ4SWr7LHCEIFEsAO51y8M8ejMFv7mlUXpSPF9P2yjZ&sig=AHIEtbRrIkdnrgfiGI6jnk3eZBpS0nwCYg

Kamis, 02 September 2010

HUBUNGAN IKLIM DENGAN MANUSIA

Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang. Studi tentang iklim dipelajari dalam meteorologi. Iklim di bumi sangat dipengaruhi oleh posisi matahari terhadap bumi. Terdapat beberapa klasifikasi iklim di bumi ini yang ditentukan oleh letak geografis. Secara umum kita dapat menyebutnya sebagai iklim tropis, lintang menengah dan lintang tinggi. Ilmu yang mempelajari tentang iklim adalah klimatologi.
Iklim sangat mempengaruhi cara hidup manusia seperti model pakaian, bentuk rumah, alat perhubungan, jenis tumbuhan atau hewan yang dimakan, dsb.Oleh karena itu sifat manusia dan binatang di suatu daerah berbeda dengan daerah lainnya,
Dalam hal berpakaian misalnya orang yang tinggal di daerah yang beriklim kutub maka ia akan menggunakan pakaian yang tebal berbeda dengan orang yang tinggal di daerah yang beriklim tropis maka ia akan menggunakan pakaian yang tidak begitu tebal seperti yang digunakan oleh orang yang tinggal di daerah kutub.
Keadaan iklim suatu daerah juga mempengaruhi bentuk rumahnya. Seperti arsitektur bangsa Eskimo yang tinggal di daerah iklim kutub tentu berbeda dengan bangsa yang tinggal di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Arsitektur bangsa Eskimo biasa di sebut iglo. Rumah bangsa Eskimo memperlihatkan bagaimana arsitektur memecahkan iklim setempat (dengan suhu sangat rendah) serta memanfaatkan material setempat plus teknologi sederhana yang dikenal masyarakat setempat. Dengan rancangan semacam ini, tanpa bantuan pemanas ruang, suhu udara ruang di dalam dapat mencapai sekitar 20oC ketika suhu udara di luar berkisar pada –15o . Sedangkan di daerah iklim subtropis bangunan dibuat dengan dinding rangkap yang tebal, dengan penambahan bahan isolasi panas di antara kedua lapisan dinding sehingga panas di dalam bangunan tidak mudah dirambatkan ke udara luar. Dan di daerah tropis umumnya rumah terbuat dari kayu karena daerah tropis banyak di tumbuhi hutan jadi lebih mudah untuk mencari bahan rumah.
Selain dari cara berpakaian dan arsitektur, iklim juga menentukan jenis tanaman yang bisa tumbuh. Iklim membatasi pertumbuhan tanaman di muka bumi, karena itu iklim membatasi hasil panen. Hewan juga tanggap terhadap perbedaan iklim, baik secara fisiologis maupun berdasarkan atas pakan ternak. Jadi jelas iklim sangat bermanfaat bagi kehidupan di bumi, terutama bagi makhluk hidup. Selain faktor –faktor edafik atau kondisi fisiografi yang berhubungan dengan ketinggian dan relief muka bumi. Faktor iklim yang sangat menentukan, diantaranya suhu udara, kelembapan, curah hujan dan angin.
Misalnya daerah yang beriklim tropis sebagian besar wilayahnya di tumbuhi oleh hutan hujan tropis yang dicirikan dengan pohon yang selalu hijau sepanjang tahun, lingkar pohon yang besar dan tanah yang lembab.Sedangkan di daerah yang beriklim kutub sebagian besar atau bahkan hampir seluruhnya ditutupi oleh salju.
Dengan berbedanya vegetasi yang tumbuh tentu saja tanaman yang ditanam dan digunakan untuk sumber makanan akan berbeda pula. Misalnya orang yang tinggal di iklim tropis sebagian besar akan menanam tanaman yang sesuai dengan iklim yang ada si daerah tropis seperti padi dan jagung. Sedangkan orang yang tinggal di daerah subtropics kebanyakan dari mereka mengkonsumsi daging dan roti sebagai makanan utama.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Iklim
http://www.nanampek.nagari.or.id/a36.html
http://www.facebook.com/topic.php?uid=367572605117&topic=13717