Senin, 21 Maret 2016

MEMBUAT TAS DARI SAMPAH

Begitu banyak benda benda disekitar kita yang selalu tidak kita hiraukan, malah kita anggap hanya sebagai sampah yang mesti di buang. Padahal, sebagian sampah yang selalu kita buang tersebut bisa menjadi barang yang lebih bernilai jika kita mampu untuk mengubahnya. 

Sekarang ini sebagian besar berbagai kebutuhan kita selalu berkaitan dengan yang namanya plastik. Dimana plastik ini selain sebagai bahan baku sebuah benda tetapi juga sebagai kemasan. Nah, sebagai kemasan tentunya akan menjadi barang yang tidak terpakai atau bahkan terbuang. Jika sampah-sampah kemasan berbagai kebutuhan kita tersebut hanya kita buang tentunya akan semakin manjadi beban bagi bumi kita. 

Oleh sebab itu, marilah kita mencoba bersama untuk lebih memanfaatkan barang-barang tersebut. Melalui tulisan ini kita belajar bersama memanfaatkan salah satu kemasan plastik yang sering kita gunakan yaitu detergent. Tentu kita sering menggunakan detergen yang selama ini hanya kita buang mulai sekarang kita kumpulkan untuk mengubahnya menjadi barang yang lebih berguna. Berikut ini saya ingin mencoba untuk berbagi cara membuat tas dari plastik bekas kemasan detergen.

ALAT DAN BAHAN :
  1.   Plastik bekas kemasan deterjen cair (rinso, so klin liquid, dll)  ataupun minuman bubuk (marimas, pop ice, dll)
  2. Gunting
  3. Bahan hiasan dapat berupa renda, kain flannel, resleting, sesuai keinginan.


LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT
  1.   Siapkan plastik bekas kemasan cukup banyak.

2        2.  Bersihkan plastic plastic tersebut hingga bersih dari sisa-sisa deterjen yang tertinggal didalam kemasan









        3.  Kemudian potong dengan gunting setiap plastic kemasan tersebut menjadi tiga bagian seperti pada gambar 




           4.   Kemudian keringkan boleh dengan di jemur dibawah sinar matahari ataupun diangin-anginkan saja.
        5.   Setelah kering, ambil satu bagian kemudian lipat menghadap ke dalam kemasaan menjadi seperti pada gambar 



   6.   Setelah semua terlipat, rangkaikan satu per satu hasil lipatan menjadi anyaman berbentuk belah ketupat.



        7.   Cara membuat anyaman adalah ambil 2 buah plastic yang sudah dilipat kemudian masukkan salah satu lipatan ke bagian tengah lipatan lainnya,  kemudian ambil lagi sebuah  lipatan plastic lainnya selipkan pada salah satu ujung lipatan yang sudah dirangkai lebih dahulu, ambil lagi sebuah lipatan plastic masukkan kesalah satu lipatan. Prinsip dari pengerjaan anyaman ini adalah anyaman dengan motif satu-satu. Jadi jika satu bagian plastic masuk lipatan maka yang satu lipatan lagi harus dikeluarkan hingga terbentuk seperti gambar diatas.

8.   Setelah terbentuk satu rangkaian anyaman, lanjutkan rangkaian hingga membentuk memanjang sesuai selera yang akan digunakan sebagai dasar tas.



9.  Lakukan langkah membuat anyaman berulang hingga menjadi bentuk tas.
10.    Tahap terakhir adalah memasang kelengkapan tas seperti tali dan berbagai hiasan seperti renda.


     Nah, itulah salah satu hasil karya yang mungkin tidak seberapa. Tetapi kita bisa mengurangi sampah sedikit demi sedikit dengan satu tindakan kecil yang pada akhirnya akan memiliki dampak besar jika dilakukan oleh banyak orang. Tunjukkan kepdulianmu terhadap lingkungan kita melalui hal-hal kecil. 
    Semoga Bermanfaat  




Minggu, 16 Februari 2014

TEKTONIK LEMPENG

Teori tektonik lempeng adalah suatu teori yang menjelaskan mengenai sifat-sifat bumi yang mobil/dinamis yang disebabkan oleh gaya endogen yang berasal dari dalam bumi. Dalam teori tektonik lempeng dinyatakan bahwa pada dasarnya kerak-bumi (litosfir) terbagi dalam 13 lempeng besar dan kecil. Adapun lempeng-lempeng tersebut sebagai berikut:
1). Lempeng Pasific (Pasific plate),
2). Lempeng Euroasia (Eurasian plate),
3). Lempeng India-Australia (Indian-Australian plate),
4). Lempeng Afrika (African plate),
5). Lempeng Amerika Utara (North American plate),
6). Lempeng Amerika Selatan (South American plate),
7). Lempeng Antartika (Antartic plate)

serta beberapa lempeng kecil seperti :
1). Lempeng Nasca (Nasca plate),
2). Lempeng Arab (Arabian plate), dan
3). Lempeng Karibia (Caribian plate).
4). Lempeng Philippines (Phillippines plate)
5). Lempeng Scotia (Scotia plate)
6). Lempeng Cocos (Cocos plate)
Persebaran lempeng dunia

Batas-batas dari ke 13 lempeng tersebut diatas dapat dibedakan berdasarkan interaksi antara lempengnya sebagai berikut :
1.  Batas Konvergen

Batas Lempeng Konvergen

Batas konvergen adalah batas antar lempeng yang saling bertumbukan. Batas lempeng konvergen dapat berupa batas Subduksi (Subduction) atau Obduksi (Obduction).
Batas subduksi adalah batas lempeng yang berupa tumbukan lempeng dimana salah satu lempeng menyusup ke dalam perut bumi dan lempeng lainnya terangkat ke permukaan. Contoh batas lempeng konvergen dengan tipe subduksi adalah Kepulauan Indonesia sebagai bagian dari lempeng benua Asia Tenggara dengan lempeng samudra Hindia.Australia di sebelah selatan Sumatra-Jawa-NTB dan NTT. Batas kedua lempeng ini berupa suatu zona subduksi yang terletak di laut yang berbentuk palung (trench) yang memanjang dari Sumatra, Jawa, hingga ke Nusa Tenggara Timur. Contoh lainnya adalah kepulauan Philipina, sebagai hasil subduksi antara lempeng samudra Philipina dengan lempeng samudra Pasifik.
Obduksi (Obduction) adalah batas lempeng yang merupakan hasil tumbukan lempeng benua dengan benua yang membentuk suatu rangkaian pegunungan. Contoh batas lempeng tipe obduksi adalah pegunungan Himalaya yang merupakan hasil tumbukan lempeng benua India dengan lempeng benua Eurasia.
Tatanan tektonik yang terjadi pada batas lempeng konvergen, dimana lempeng samudra dan lempeng samudra saling bertemu akan menghasilkan suatu rangkaian busur gunungapi (volcanic arc) yang arahnya sejajar / simetri dengan arah palung (trench). Cekungan Busur Belakang (Back Arc Basin) berkembang dibagian belakang busur gunungapi. Contoh kasus dari
model ini adalah rangkaian gunungapi di kepulauan Philipina yang merupakan hasil tumbukan lempeng laut Philipina dengan lempeng samudra Pasifik.
Pada batas lempeng konvergen, dimana terjadi tumbukan antara lempeng samudra dan lempeng benua, maka tatanan tektoniknya dicirikan oleh Palung (Trench), Prisma Akresi (Accretion Prism), Cekungan Busur Muka (Forearc Basin), Busur Kepulauan Gunungapi (Volcanic Island Arc), dan Cekungan Busur Belakang (Backarc Basin).

2. Batas Divergen

Batas Lempeng Divergen

Batas divergen adalah batas antar lempeng yang saling menjauh satu dan lainnya. Pemisahan ini disebabkan karena adanya gaya tarik (tensional force) yang mengakibatkan naiknya magma kepermukaan dan membentuk material baru berupa lava yang kemudian berdampak pada lempeng yang saling menjauh. Zone divergen, ditandai dengan pematang tengah samudra (oceanic ridge), seperti pematang tengah Samudra Pasifik dan Atlantik dan lava bantal (pillow lava) yang bersifat basaltis.
Di daerah dua lempeng yang saling berjauhan terjadi:
-          Pembentukan tanggul di dasar samudera sepanjang perenggangan lempeng, seperti tanggul-tanggul di dasar Samudera Atlantik, Samudera Pasifik.
-          Persebaran lempeng tektonik di bumi.
-          Benua Amerika bergerak menjauh dengan benua Afrika dan Eropa.
-          Vulkanisme dasar laut menghasilkan lava basa/lava encer.
-          Aktivitas gempa di dasar laut.
Contoh yang paling terkenal dari batas lempeng jenis divergen adalah Punggung Tengah Samudra (Mid Oceanic Ridges) yang berada di dasar samudra Atlantik, disamping itu contoh lainnya adalah rifting yang terjadi antara benua Afrika dengan Jazirah Arab yang membentuk laut merah.

3. Batas Transform

Batas Lempeng Transform

Batas transform adalah batas antar lempeng yang saling berpapasan dan saling bergeser satu dan lainnya menghasilkan suatu sesar mendatar jenis Strike Slip Fault. Contoh batas lempeng jenis transforms adalah patahan San Andreas di Amerika Serikat yang merupakan pergeseran lempeng samudra Pasifik dengan lempeng benua Amerika Utara.

Berdasarkan teori tektonik lempeng, lempeng-lempeng yang ada saling bergerak dan berinteraksi satu dengan lainnya. Pergerakan lempeng lempeng tersebut juga secara tidak langsung dipengaruhi oleh rotasi bumi pada sumbunya. Sebagaimana diketahui bahwa kecepatan rotasi yang terjadi bola bumi akan akan semakin cepat ke arah ekuator.

Sumber :
Soegimo, Dibyo.2009.Geografi : untuk SMA/ MA Kelas X.Jakarta:Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Noor, Djauhari.2009.Pengantar Geologi.CV.Graha Ilmu.

Jumat, 07 Februari 2014

HUTAN BAKAU DAN MANFAATNYA

     


     Hutan bakau dikenal juga dengan istilah "hutan mangrove". Hutan bakau didefinisikan sebagai suatu tipe ekosistem hutan yang terdapat di daerah-daerah yang selalu atau secara teratur tergenang pasang surut, tetapi tidak tergantung pada iklim. Hutan mangrove juga terdapat pada kondisi habitat tanah lumpur, pasir, atau lumpur berpasir. mangrove merupakan vegetasi yang khas di zonasi pantai, flora yang umum ditemukan pada tipe hutan ini mulai dari semak/tumbuhan bawah hingga pohon-pohon besar dengan tinggi dapat mencapai 30 m. Bahkan, pada hutan bakau masih alami dapat dijumpai pohon-pohon besar mencapai tinggi 50 m, dan hanya mempunyai satu stratum tajuk.
     Kata mangrove menurut Istomo (1992) mengandung dua pengertian, yaitu suatu kelompok ekologi dari jenis-jenis yang menempati tanah pasang surut di daerah tropis, dan secara khusus mengandung arti komunitas dari tumbuhan-tumbuhan tersebut.
     Hutan mangrove yang keberadaannya semakin menurun, memiliki fungsi dan peranan yang sangat besar, diantaranya adalah fungsi fisik, fungsi biologi, dan fungsi sosial ekonomi. Kerusakan hutan mangrove akan mengakibatkan hilangnya fungsi hutan sampai mengakibatkan timbulnya bencana berupa intrusi air laut, banjir, dan pencemaran air.
     Seperti penjelasan sebelumnya, bahwa hutan mangrove memiliki berbagai fungsi yaitu
1. Fungsi Biologi

     Fungsi Biologis dengan adanya hutan mangrove adalah sebagai tempat tumbuhnya berbagai jenis pohon mangrove seperti Rhizophora spp., Sonneratia spp., Avicennia spp., dan lain-lain. Fungsi lainnya adalah sebagai sumber makanan bagi organisme, sebagai habitat bagi ikan, plankton, dan juga dapat dijadikan tempat untuk budidaya lebah madu.
2. Fungsi Fisik
    Fungsi fisik hutan mangrove ditekankan kepada manfaat mangrove untuk mencegah banjir, mengurangi pencemaran, ketebalan bahan organik, abrasi pantai, salinitas air tawar, intrusi air laut, dan kondisi kimia air serta laju sedimentasi.
3. Fungsi sosial Ekonomi
     Pada dasarnya hutan mangrove memiliki manfaat dan nilai guna bagi masyarakat sekitarnya. Disamping peranan biologis dan fisik, hutan bakau juga memiliki manfaat yang cukup besar bagi kepentingan ekonomi (produksi) yang mampu menunjang kehidupan. 
    Produk langsung dari hutan mangrove adalah sebagai bahan bakar, konstruksi, makanan ternak, produksi kertas, makanan, minuman dan obat-obatan.

Sumber:
Suwandhi, ichsan dan Cepi Heryadi. 2007. Hutan Bakau Manfaat bagi Lingkungan dan Kehidupan Manusia.Bandung:Sinergi Pustaka Indonesia.

 

Kamis, 29 Agustus 2013

EVALUASI SUMBER DAYA LAHAN

Sitorus (1985:1-2) mengemukakan bahwa evaluasi sumber daya lahan pada hakekatnya merupakan proses untuk menduga potensi sumber daya lahan untuk berbagai penggunaannya. Adapun kerangka dasar dari evaluasi sumberdaya lahan adalah membandingkan persyaratan yang diperlukan untuk suatu penggunaan lahan tertentu dengan sifat penggunaan lahan membutuhkan persyaratan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dibutuhkan keterangan-keterangan tentang lahan tersebut yang menyangkut berbagai aspek sesuai dengan rencana peruntukkan yang sedang dipertimbangkan. 

Sedangkan menurut FAO (dalam Arsyad, 2006:264) menyatakan bahwa: “Evaluasi lahan adalah proses penilaian keragaan atau kinerja (performance) lahan jika digunakan untuk tujuan tertentu, meliputi pelaksanaan dan interpretasi survei dan studi bentuk lahan, tanah, vegetasi, iklim dan aspek lahan lainnya, agar dapat mengidentifikasi, dan membuat perbandingan berbagai penggunaan lahan yang dikembangakan”. 

Karlen dalam Arsyad (2006:262) menyatakan bahwa sifat-sifat lahan (Land Characteristics) adalah atribut atau keadaan unsur-unsur lahan yang dapat diukur atau diperkirakan, seperti tekstur tanah, struktur tanah, kedalaman tanah, jumlah curah hujan, distribusi hujan, temperatur, drainase tanah, jenis vegetasi dan sebagainya. Menurut CSR/FAO (dalam Sitorus:60), untuk keperluan evaluasi lahan tingkat tinjau dibutuhkan 15 ciri lahan yang dikelompokkan kedalam 7 kualitas lahan yaitu:
Sehubungan dengan kaitannya dengan parameter sosial ekonomi, dapat dibedakan dua pendekatan evaluasi lahan, yaitu evaluasi kuantitatif dan evaluasi kualitatif.
- Evaluasi kualitatif adalah yang dilaksanakan dengan mengelompokkan lahan kedalam beberapa kategori berdaasarkan perbandingan relatif kualitas lahan tanpa melakukan perhitungan secara rinci dan tepat mengenai biaya dan pendapatan bagi penggunaan lahan tersebut. 
- Evaluasi kuantitatif adalah evaluasi yang juga melibatkan sosial-ekonomi dalam penggunaan lahan yang akan dievaluasi (Arsyad, 2006:264). 

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwasanya evaluasi sumberdaya lahan merupakan suatu cara untuk melakukan penilaian terhadap lahan sehingga penggunaan lahan menjadi optimal. Hasil evaluasi lahan memberikan alternatif penggunaan lahan dan batas-batas kemungkinan penggunaannya serta tindakan-tindakan pengelolaan yang diperlukan agar lahan dapat digunakan secara lestari (Arsyad,2006:206).

SUMBER:
Arsyad, Sitanala. 2006. Konservasi Tanah dan Air. Bogor: IPB Press.
Sitorus, S.1985. Evaluasi Sumberdaya Lahan. Bandung:Penerbit Tarsito.

Selasa, 06 Maret 2012

PROFIL NEGARA INGGRIS

Inggris merupakan salah satu negara Eropa yang cukup terkenal di dunia. Kepopulerannya karena bahasa Inggris digunakan hampir 85 % negara di dunia. Kondisi tersebut, sebagai hasil dari kejayaan masa lalunya pada zaman penaklukan daerah-daerah baru di luar Eropa, setelah prestasi yang sama diawali oleh Spanyol. Oleh karena itu, kebudayaan Inggris sangat meluas dan berpengaruh di semua belahan dunia.
Inggris adalah negara bagian terbesar dan terpadat penduduknya dari negara-negara bagian yang membentuk Persatuan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara (United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland). Negara-negara lainnya adalah Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara. Seringkali nama Inggris dipakai untuk menyebut keseluruhan negara ini.
Sesungguhnya secara politik, Inggris atau England adalah salah satu kerajaan bagian dari serikat kerajaan (United Kingdom) bersama kerajaan bagian lainnya yaitu Wales dan Scotland yang wilayahnya berada di pulau Britania, serta Ulster yang wilayahnya menempati bagian Utara pulau Eire (Irlandia Utara). Sementara itu bagian selatan pulau Eire secara politik merupakan wilayah Republik Irlandia. Dengan demikian United Kingdom atau UK dimaksudkan pada serikat kerajaan yang terdiri atas England, Wales, Scotland dan Ulster atau sering pula disebut Britania Raya. Namun, Inggris atau England tetap memiliki kewenangan lebih, dalam kendali persatuan atau perserikatan kerajaan tersebut. Inggris termasuk salah satu negara Eropa yang maju di dunia. Pendapatan per kapitanya mencapai 24.340 dolar AS.


a. Letak dan luas
Secara astronomis Inggris terletak diantara 50º LU – 60º LU dan 8 BBº – 2º BT. Secara geografis terletak di sebelah barat daratan Eropa. Meninjau dari lingkup yang lebih luas lagi, letaknya sangat strategis karena berada di jalur transportasi dan perdagangan antara Eropa dan benua Amerika. Luas Inggris ±244.820 Km².



Inggris merupakan negara kepulauan yang terdiri atas wilayah England, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara, dan ditambah sejumlah kepulauan Kanal, Orkney, Sketland, dan Hebrides. Jarak dari ujung utara ke selatan sejauh 965 km dan dari timur ke barat sejauh 515 km. Luas wilayah Inggris dan Irlandia Utara adalah 318.872 km2. Dan kedudukannya dengan benua Eropa dipisahkan oleh selat Dover sejauh 31 km.
Wilayah negara Inggris merupakan negara maritim 100% yang terletak di pinggir Timur samudra Pasifik.
Batas-batas wilayah negara Inggris:
 Sebelah utara : Samudra Atlantik
 Sebelah selatan : Selat Inggris
 Sebelah timur : Laut utara
 Sebelah barat : Samudra Atlantik.

b. Keadaan Alam
1. Bentang Alam
Berdasarkan relief dan keadaan batuannya, wilayah bentang alam di Inggris dapat dibedakan menjadi 3 bagian.
a. Kawasan bergunung-gunung (bagian barat dan utara)
• Dataran tinggi utara (Northern Highland): puncak Gunung Ben Nevis (1343 m) dan Gunung Merrick) (843 m).
• Dataran rendah tengah (Central Lowland): lembah Sungai Clyde, TelukForth, dan Teluk Tay.
• Wales (kawasan yang menjorok ke arah barat): Pegunungan Cambrian dengan puncaknya Gunung Snowdon (1.085 m).
• Wales Selatan: Plata yang memuncak di Taman Nasional Brecan Beacons (886 m).
b. Irlandia Utara berhubungan dengan pegunungan barat Inggris, tetapi Danau Neagh dan dataran rendah sekelilingnya menempati posisi sentral (merupakan cekungan di daerah plato basalt).
c. Daerah yang bergelombang (bagian timur dan selatan), mengalir Sungai Thames. Sebanyak 15 jembatan melewati Sungai Thames, misalnya Jembatan Wesminstar, Menara Waterloo, dan Jembatan Kew. Yang paling menonjol, jembatan London, jembatan ini menopang arus lalu lintas yang lalu lalang di atas Sungai Thames (Jantung perdagangan kota London).
2. Iklim
Mengingat Inggris merupakan pulau atau kepulauan di lepas pantai barat daratan Eropa dan juga karena letak lintangnya, maka atmosfer Inggris memiliki kondisi iklim yang dipengaruhi laut serta arus laut panas (Gulf Stream) yang berasal dari equator utara di samudera Atlantik. Dampak arus laut panas tersebut sangat kondusif bagi kehidupan di kawasan ini. Jika kita melihat peta daerah iklim di Eropa, maka Inggris dan kawasan pantai Eropa Barat bahkan Eropa Utara memiliki iklim yang disebut Iklim Laut Pantai Barat. Ciri iklim tersebut ialah pengaruh laut dominan; musim winter-nya nyaman dan summer-nya sejuk; hujan jatuh sepanjang tahun dan pada winter cenderung berawan tebal dan berkabut; siang hari pada winter gejalanya pendek, berawan dan basah; summer cerah dan nyaman serta siang hari gejalanya relatif lebih panjang. Gejala seringnya hujan jatuh baik di Inggris maupun di daerah iklim ini dibuktikan oleh tercatatnya beberapa kota sebagai berikut : London (164 hari hujan dalam satu tahun), Scotland dan Shetland (260 hari hujan setahun), Paris (188 hari hujan setahun).
Secara umum, Inggris maupun kawasan pantai Barat Eropa cukup memiliki iklim yang nyaman dan kondusif bagi aktivitas kehidupan dibandingkan negara-negara di kawasan Eropa lainnya.

c. Penduduk
Jumlah penduduk 60.000.000 jiwa. Kepadatan mencapai 240 jiwa / km2. Karena wilayah Inggris relatif kecil (± 244.820 Km²) dibandingkan dengan jumlah penduduknya, maka Inggris merupakan salah satu negara terpadat penduduknya. Kepadatan penduduknya cukup tinggi yaitu mencapai 241 jiwa/Km². Penduduk urban atau penduduk yang tinggal di kota pun sangat tinggi yaitu mencapai 90%. Mengingat banyaknya arus imigran atau penduduk yang masuk ke Inggris, maka akhirnya Pemerintah Inggris mengeluarkan kebijakan pembatasan imigran, yaitu dengan menetapkan undang-undang pembatasan jumlah penduduk masuk ke Inggris
Penduduk asli di Inggris disebut orang Inggris yaitu bangsa Kelt (Skot, Irlandia, Welsh) dan bangsa Jerman (Anglo, Saxon, Jute, Denmark, Norman). Agama yang dianut Kristen (86,9 %), (8,8 %) Islam, Yahudi, Hindu.

d. Perekonomian
Berdasarkan indikator di atas pada awal pembahasan, jelas menunjukkan bahwa Inggris merupakan salah satu negara maju di dunia. Sejak digulirkannya revolusi industri di Inggris, perekonomiannya semakin berkembang. Sektor perekonomian penting di Inggris antara lain: industri, pertambangan, pertanian, peternakan, perikanan.
1. Perindustrian
Pada sektor industri, Inggris telah lama berkembang dan termasuk Negara terkemuka di Eropa. Jenis industri penting dan merupakan produk ekspor Inggris, yaitu baja, kapal laut, mobil, kereta api, tekstil, pesawat terbang, alat pertanian, barang elektronika. Beberapa industri yang ada di Inggris sebagai berikut:
 Industri berat (wilayah black country) berpusat di Birmingham.
 Industri lokomotif (Glasgow)
 Galangan (Peasly, Greenock, New Caste, London)
 Industri mobil dan pesawat terbang (London, Birmingham, Oxford)
 Industri kimia (London)
 Industri ban (Birmingham)
 Industri elektronik, alat rumah tangga (London, Leeds, Sheffield)
 Industri tekstil (Lancashire, Glasgow, Manchester) bahan dasar kapal diimpor dari AS, Brazil, India, Mesir, Sudan, Afrika Selatan.
 Industri wol (Bradford, Leeds)
 Industri Sutra tiruan (Yorkshire dan Lancashire)
2. Pertambangan
Inggris memiliki deposit batu bara dalam jumlah besar. Pusat-pusat penambangan batu bara di Skotlandia, yaitu: Lanarkshire, Pegunungan Pennine (Pegunungan Cumberland, Northumberland, dan Durham) di Newcastle dan sekitarnya, Stafford (Voncentry Selatan), Pegunungan Cambrian Selatan (Swansea-Rhondda), dan Wales Selatan.
Pegunungan Cambrian Utara menghasilkan tembaga, timah hitam, seng, dan mangan. Dari pegunungan Pennine dan Cambrian dihasilkan timah hitam, tembaga, biji besi, dan seng, sedangkan di Midlands terdapat tambang timah hitam, biji besi, dan tembaga.
3. Pertanian, Peternakan dan Perikanan
Hasil-hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan kehutanan yang penting di Inggris adalah kentang dan sayur mayor terdapat di Lancashire, gandum, barley, dan bit gula terdapat di Pegunungan Anglia Timur, Kent, Worcester, dan Devon. Susu dan mentega terdapat di England, Ternak babi dengan ayam terdapat di Yorkshire dan Lancashire. Hasil hutan terdapat di England, Wales, Skotlandia, dan Irlandia. Ikan haring dan cod terdapat di perairan laut utara dan Samudra Atlantik.
4. Perdagangan
Barang-barang ekspor Inggris adalah mesin-mesin, barang kimia, wol, tekstil, sintesis, mobil, truk, plat-plat baja, lokomotif, pesawat terbang, mesin pertanian, dan alat-alat elektronik. Sedangkan barang-barang impornya adalah minyak bumi, kapas, karet, tembakau, belerang, dan biji besi.

Sumber:
Waluya, Bagja. 2009. BSE Memahami Geografi SMA/MA untuk Kelas XII Semester I dan II. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/01/inggris.html (diakses 21 February 2012/17:26)

Selasa, 15 November 2011

KERUSAKAN TANAH

Saat ini sudah banyak tanah yang produktif terancam punah, karena kelalaian dari manusia, bahaya erosi yang akhir- akhir ini banyak terjadi di negeri kita ini telah menurunkan produktivitas tanah. Bahaya erosi yang menimpa lahan- lahan pertanian serta penduduk sering terjadi pada lahan-lahan yang memiliki kemiringan lereng lebih dari 15%.

Bahaya ini ditimbulkan selain karena perbuatan- perbuatan manusia yang terlalu mementingkan pemuasan kebutuhan diri sendiri, juga dikarenakan pengelolaan tanah dan pengairan yang keliru.

Tanah adalah bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. Sebagian besar makanan kita berasal dari permukaan tanah, walaupun memang ada tumbuhan dan hewan yang hidup di laut. Terutama di bidang pertanian, tanah menjadi faktor terpenting yang menentukan keberhasilan produktivitas tanaman pertanian. Apabila tanah sudah rusak, maka kesuburannya pun sudah tidak bagus lagi sehingga mengakibatkan produktivitas tanaman pertanian itu pun menjadi berkurang atau rendah.

Kerusakan tanah dapat dikurangi dengan upaya konservasi tanah. Konservasi tanah adalah pemeliharaan dan perlindungan terhadap tanah secara teratur guna mengurangi dan mencegah kerusakan tanah dengan cara pelestarian.

A. PENYEBAB KERUSAKAN TANAH
Kerusakan tanah bila dikelompokkan dapat terjadi oleh salah satu atau lebih penyebab di bawah ini:
1. Kehilangan unsur hara dari daerah perakaran
Kerusakan tanah jenis ini terjadi sebagai akibat pembakaran bahan organik dan pelapukan mineral serta pencucian unsur hara. Di bawah iklim troipika panas dan basah seperti di Indonesia, proses itu berlangsung dengan cepat. Kehilangan serupa juga timbul, karena unsur hara terangkut melalui panen tanpa ada usaha untuk mengembalikannya. Proses ini menyebabkan rusaknya struktur tanah. Pembakaran tanaman yang menutupi tanah akan mempercepat proses pencucian dan pemiskinan tanah. Lebih-lebih lagi, hal ini akan terjadi jika pembakaran tanaman terjadi setiap tahun.
2. Terkumpulnya unsur atau senyawa yang bersifat meracuni tanaman
Di daerah beriklim kering, terutama yang terletak dekat pantai ada kerawanan yang lain lagi. Di daerah seperti itu, pada saat musim kemarau dapat terkumpul garam natrium yang cukup banyak. Pelonggokan garam yang berlebihan itu dapat mematikan tanaman. Kerusakan jenis ini dapat hilang pada saat musim hujan, yaitu melalui proses pencucian garam tersebut.
Kerusakan ini dapat pula terjadi karena tersingkapnya liat masam di daerah perakaran pada tanah rawa, baik rawa pasang surut maupun rawa baruh atau lebak. Hal serupa juga dapat terjadi sebagai akibat terkumpulnya unsur tertentu eperti besi (Fe), Manggan (Mn), dan aluminium (Al) dalam jumlah yang tidak dapat ditenggang oleh tanaman. Pemakaian zat kimia seperti herbisida dalam pertanian atau pencucian basa tanah yang rawan pengikisan cenderung memunculkan atau menyebabkan tertimbunya senyawa tersebut. Keberadaan dalam jumlah yang banyak dapat menghambat pertumbuhan tanaman atau bahkan mematikannya.
3. Pengikisan tanah atau erosi
Kerusakan bentuk lain adalah akibat pengikian tanah atau erosi. Erosi adalah pengikisan tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh air atau angin. Lapisan tanah yang subur untuk pertumbuhan tanaman pada bagian atas akan hilang serta kemampuan tanah untuk menyerap dan menahan air akan berkurang akibat pengikisan ini. Tanah yang terangkut akan diendapkan di tempat lain seperti sungai, waduk, danau, saluran irigasi, dan sebagainya.
Akibat erosi adalah pada tanah yang mengalami erosi, tanaman atau tumbuhan tidak dapat tumbuh normal dan tanah menjadi tidak produktif; waduk, danau, sungai, dan saluran irigasi serta drainase di daerah hilir menjadi dangkal sehingga daya guna dan masa guna menjadi berkurang; secara tidak langsung mengakibatkan banjir yang kronis setiap musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau.
4. Pencemaran Tanah
Kerusakan / pencemaran tanah untuk produksi biomassa adalah berubahnya sifat dasar tanah yang melampaui kriteria baku kerusakan tanah. Sebagaimana pencemaran air dan udara, pencemaran tanah pun merupakan akibat kegiatan manusia. Pencemaran tanah bisa disebabkan limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian.

B. METODE PENANGGULANGAN KERUSAKAN TANAH
Metode yang dilakukan untuk penanggulangan kerusakan tanah akan dipaparkan berdasarkan penyebabnya sebagai berikut:
1. Kerusakan Tanah yang Disebabkan oleh Kehilangan Unsur Hara di Daerah Perakaran
Untuk menghindari terjadinya kerusakan tanah yang disebabkan oleh hilangnya unsur hara di daerah perakaran bahkan memulihkannya ke keadaan semula, dengan pemberian pupuk buatan atau pupuk organik, pergiliran tanaman dengan tanaman kacang-kacangan, dan penghindaran pembakaran tumbuhan atau sisa tanaman.
2. Terkumpulnya unsur atau senyawa yang bersifat meracuni tanaman
Upaya yang dapat dilakukan untuk pengendalian bentuk kerusakan tanah yang disebabkan oleh terkumpulnya unsure atau senyawa yang bersifat meracuni tanaman ada beberapa, diantaranya dapat disebut pengaturan sistem pengairan dan pengolahan tanah yang baik, pemberian bahan organik atau jenis senyawa lain yang dapat menambat unsur atau senyawa yang bersifat racun bagi tanaman.

3. Pengikisan Tanah atau Erosi
Secara umum ada tiga cara pendekatan pengendalian erosi yang dapat dilakukan dan satu sama lain harus menunjang, yaitu cara vegetatif, cara mekanis dan cara kimia.
a) Cara Vegetasi
Usaha pengendalian erosi atau pengawetan tanah (dan air) yang dilakukan dengan memanfaatkan cara vegetative adalah didasarkan pada peranan tanaman, dimana tanaman-tanaman itu sebagian telah diterangkan mempunyaiperanan untuk mengurangi erosi, yaitu dalam hal:
- Batang, ranting dan daun-daunnya berperan menghalangi tumbukan-tumbukan langsung butir-butir hujan kepada permukaan tanah, dengan peranannya itu tercegahlah penghancuran agregat-agregat tanah;
- Daun-daun penutup tanah serta akar-akar yang tersebar pada lpisan permukaan tanah berperan mengurangi kecepatan aliran permukaan.
- Daun-daunan serta ranting-ranting tanaman yang jatuh akan menutupi tanah
- Akar-akar tanaman berperan memperbesar kapasitas infiltrasi tana, tunjangannya dalam meningkatkan aktivitas biota tanah yang akan memperbaiki porositas tanah.
- Akar-akar tanaman berperan dalam pengambilan atau pengisapan air bagi keperluan tumbuhnya tanaman yang selanjutnya sebaian diuapkan melalui daun-daunnya ke udara.
Hutan, perkebunan dan pola tanam campuran (pertanian terpadu) perlu dikembangkan sesuai dengan fungsinya, yaitu sebagai pelindung tanah dari daya perusak. Termasuk dalam cara vegetatif dalam usaha konservasi tanah dan air antara lain adalah:
• Rotasi atau pergiliran tanaman.
• Penghijauan dan reboisasi.
• Melaksanakan strip cropping.
• Penanaman dengan rumput makanan ternak (permanent pasture).
• Menutup tanah dengan mulsa.
• Penanaman saluran-saluran pembuangan dengan rumput.
Alley cropping sebagai cara rotasi atau pergiliran tanaman (vegetatif) dinilai mempunyai prospek yang cukup baik, karena sekaligus meningkatkan produksi, murah dan mudah penggunaannya. Keuntungan yang diperoleh dari penerapan sistem alley cropping ini antara lain:
• Terjadinya sikus bahan organik yang lancar, karena limbah dapat dipergunakan.
• Mengurangi biaya produksi, khususnya biaya pemupukan karena daun lamtoro nitrogen yang tinggi.
• Terciptanya agroekosistem yang mantap dan tetap terpeliharanya kesuburan tanah.
• Mudah penerapannya sebagai konservasi tanah dan air.

b) Cara Mekanis
Cara mekanis dalam pengawetan tanah dan memelihara kesuburan tanah merupakan penerapan teknologi sipil untuk mempertahankan, memulihkan, meningkatkan kesuburan tanah. Pada dasarnya bertujuan untuk mengurangi banyaknya tanah yang hilang dari tanah pertanian terutama lapisan top soil.
Cara mekanis ini meliputi:
• Pengolahan tanah (tillage) yang tepat, yaitu menurut arah contour atau memotong arah kemiringan lereng.
• Pembuatan galengan dan saluran menurut contour.
• Pembuatan waduk, penghambat, rorak, tanggul dan sebagainya.
• Pembuatan terras dan sengkedan.
• Pembuatan drainase pada tempat tertentu.
Bangunan yang dibuat pada umumnya berfungsi memperlambat run off serta menampung dan menyalurkan air permukaan dengan kekuatan yang tidak merusak. Pengaturan aliran air permukaan yang menjadi penyebab utama kerusakan tanah pertanian sangat efektif diatur denagan terras.
c) Cara kimia
Salah satu usaha untuk mencegah tejadinya pengikisan lapisan top soil adalah memperbaiki struktur tanah. Usaha memantapkan struktur tanah dapat dilakukan dengan penambahan senyawa kimia baik secara buatan maupun alami.
Jenis- jenis bahan pemantap tanah:
- Emulsi bitumen Berbentuk cair
- Polyurethane Berbentuk cair
- Polyacrylamide Berbentuk cair
- Polyacrylacid Berbentuk cair
- Polysachharide Berbentuk cair
- Polyvinylalcohol Berbentuk cair

Pemberian bahan pemantap tanah (soil conditioner) bertujuan untuk meningkatkan daya ikat antara partikel-partikel tanah sehingga dapat memperbaiki sifat fisik tanah seperti aerasi, porositas, dan infiltrasi.
Cara pemberian bahan pemantap tanah ke dalam tanah dapat dilakukan dengan penyemrotan langsung ke atas permukaan tanah, dicampur dengan tanah secara merata dan dengan cara memasukkan langsung ke dalam lubang tanaman.

4. Pencemaran Tanah
Penanganan khusus terhadap limbah domestik yang berjumlah sangat banyak diperlukan agar tidak mencemari tanah. Pertama sampah tersebut kita pisahkan ke dalam sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme (biodegradable) dan sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme (nonbiodegradable). Akan sangat baik jika setiap rumah tangga bisa memisahkan sampah atau limbah atas dua bagian yakni organik dan anorganik dalam dua wadah berbeda sebelum diangkut ketempat pembuangan akhir.
Sampah organik yang terbiodegradasi bisa diolah, misalnya dijadikan bahan urukan, kemudian kita tutup dengan tanah sehingga terdapat permukaan tanah yang dapat kita pakai lagi; dibuat kompos; khusus kotoran hewan dapat dibuat biogas dll sehingga dalam hal ini bukan pencemaran tanah yang terjadi tetapi proses pembusukan organik yang alami.
Sampah anorganik yang tidak dapat diurai oleh mikroorganisme. Cara penanganan yang terbaik dengan daur ulang.


DAFTAR PUSTAKA

Kartasapoetra, A.G.2010.Tegnologi Konservasi Tanah dan Air.Rineka Cipta.Jakarta.
http://nurprasetiyo.blogspot.com/2010/05/kerusakan-tanah.html.
http://hawanurhawa.blogspot.com/2011/04/upaya-penanggulangan-kerusakan-tanah.html.
http://staff.ui.ac.id/internal/132058696/publikasi/Teknologipengendalianerosi.doc.
http://oedjankdoang.blogspot.com/p/kerusakan-tanah.html.
http://arkanagh44.blogspot.com/2008/12/kerusakan-tanah-dan-upaya.html.

Kamis, 29 September 2011

Makalah SBM

Makalah Kelompok

CIRI-CIRI DAN KOMPONEN PEMBELAJARAN



Disusun oleh:
Kelompok III
Elsa Ridiza
Irfan Senjaya
Juaiiyah
Lili Indriyani
Putri Puspita Sari
Supania
Tri Septia Ningrum

Kelas A-Reg 2009

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2011





BAB I
PENDAHULUAN

Belajar adalah proses perubahan perilaku secara aktif, proses mereaksi semua situasi yang ada di sekitar individu, proses yang diarahkan pada suatu tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman, proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu yang dipelajari.
Sedangkan mengajar sendiri memiliki pengertian :
1. Upaya guru untuk “membangkitkan” yang berarti menyebabkan atau mendorong seseorang (siswa) belajar. (Rochman Nata Wijaya,1992)
2. Menciptakan lingkungan yang memungkinkan terjdinya proses belajar. (HasibuanJ.J,1992)
3. Suatu usaha untuk membuatsiswa belajar, yaitu usaha untuk terjadinya perubahan tingkah laku. (Gagne)
Dan pembelajaran yang diidentikkan dengan kata “mengajar” berasal dari kata dasar “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut) ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an menjadi “pembelajaran”, yang berarti proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar. (KBBI)
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. (Wikipedia.com)
Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik.
Instruction atau pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses
belajar siswa yang bersifat internal. Gagne dan Briggs (1979:3)
Pembelajaran adalah Proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. (UU No. 20/2003, Bab I Pasal Ayat 20)
Istilah “pembelajaran” sama dengan “instruction atau “pengajaran”. Pengajaran mempunyai arti cara mengajar atau mengajarkan. (Purwadinata, 1967,hal 22). Dengan demikian pengajaran diartikan sama dengan perbuatan belajar (oleh siswa) dan Mengajar (oleh guru). Kegiatan belajar mengajar adalah satu kesatuan dari dua kegiatan yang searah. Kegiatan belajar adalah kegiatan primer, sedangkan mengajar adalah kegiatan sekunder yang dimaksudkan agar terjadi kegiatan secara optimal.
Dan dapat ditarik kesimpulan bahwa Pembelajaran adalah usaha sadar dari guru untuk membuat siswa belajar, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar, dimana perubahan itu dengan didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relative lama dan karena adanya usaha.



BAB II
PEMBAHASAN

A. CIRI-CIRI BELAJAR MENGAJAR
Menurut Eggen& Kauchak (1998) menjelaskan bahwa ada enam cirri pembelajaran yang efektif, yaitu:
1. Siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui mengobservasi, membandingkan, menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan,
2. Guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi dalam pelajaran,
3. Aktivitas-aktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada pengkajian,
4. Guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada siswa dalam menganalisis informasi,
5. Orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir, serta
6. Guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan dan gaya mengajar guru.

Menurut Edi Suardi, ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut:
1. Belajar mengajar memiliki tujuan, yakni untuk membentuk peserta didik dalam suatu perkembangan tertentu. Inilah yang dimaksud dengan kegiatan belajar mengajar itu sadar akan tujuan, dengan menempatkan peserta didik sebagai pusat perhatian.
2. Ada suatu prosedur (jalannya interaksi) yang direncanakan, didesain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Agar dapat menvapai tujuan secara optimal, maka dalam melakukan interaksi perlu ada prosedur, atau langkah-langkah sistematik dan relevan. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang satu dengan yang lain, mungkin akan membutuhkan prosedur dan desain yang berbeda pula.
3. Kegiatan belajar mengajar ditandai dengan suatu penggarapan yang khusus. Dalam hal ini materi harus didesain sedemikian rupa, sehingga cocok untuk mencapai tujuan.
4. Ditandai dengan aktifitas peserta didik. Sebagai konsekuensinya bahwa peserta didik merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
5. Dalam kegiatan belajar mengajar guru berperan sebagai pembimbing.
6. Dalam kegiatan belajar mengajar membutuhkan disiplin. Disiplin diartikan sebagi suatu pola tingkah laku yang diatur sedemikian rupa menurut ketentuan yang sudah ditaati oleh pihak guru maupun peserta didik dengan sadar.
7. Ada batas waktu. Setiap tujuan akan diberi waktu tertentu, kapan tujuan itu sudah harus dicapai.
8. Evaluasi. Evaluasi harus dilakukan utnuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan pengajaran yang telah ditentukan.

B. KOMPONEN-KOMPONEN PEMBELAJARAN
Pembelajaran diambil dari terjemahan kata "Instructional". Seringkali orang membedakan kata pembelajaran ini dengan "pengajaran", akan tetapi tidak jarang pula orang memberikan pengertian yang sama untuk kedua kata tersebut. Menurut Arief S. Sadiman, kata pembelajaran dan kata pengajaran dapat dibedakan pengertiannya. Kalau kata pengajaran hanya ada di dalam konteks guru-murid di kelas formal, sedangkan kata pembelajaran tidak hanya ada dalam konteks guru-murid di kelas formal, akan tetapi juga meliputi kegiatan belajar mengajar yang tak dihadiri oleh guru secara fisik di dalam kata pembelajaran ditekankan pada kegiatan belajar siswa melalui usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar.
Kedua pandangan tersebut dapat digunakan, yang terpenting adalah interaksi yang terjadi antara guru dan siswa itu harus adil, yakni adanya komunikasi yang timbal balik di antara keduanya, baik secara langsung maupun tidak langsung atau melalui media.
Komponen-komponen dalam pembelajaran adalah tujuan, materi pelajaran, metode atau strategi pembelajaran, media dan evaluasi. Berikut ini akan dijelaskan secara lebih terperinci komponen pembelajaran.
1. Tujuan
Tujuan adalah suatu cita-cita yang ingin dicapai dari pelaksanaan suatu kegiatan. Karena tujuan merupakan unsure penting untuk suatu kegiatan, maka dalam kegiatan apapun tujuan tidak diabaikan. Demikian juga halnya dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar, tujuan adalah suatu cita-cita yang ingin dicapai dalam kegiatannya. Kegiatan belajar mengajar tidak dapat dibawa sesuka hati kecuali untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dr. Roestiyah N.K (1989:44) menyatakan bahwa suatu tujuan pengajaran adalah deskripsi tentang penampilan perilaku perserta didik yang kita harapkan setelah mereka mempelajari bahan pelajaran yang kita ajarkan.
Tujuan sebagai sebuah komponen kurikulum merupakan kekuatan fundamental yang peka sekali, karena hasil kurikuler yang diinginkan tidak hanya sangat mempengaruhi bentuk kurikulum, tetapi memberikan arah dan focus untuk seluruh program pendidikan (Zais, 1976: 297).
Tujuan pengajaran terbagi menjadi 2 macam, yakni Tujuan Umum Pengajaran (TUP) dan Tujuan Khusus Pengajaran (TKP).
2. Guru
Guru Guru dari bahasa Sansekerta guru yang juga berarti guru, tetapi artinya harafiahnya adalah “berat” adalah seorang pengajar suatu ilmu.
Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. Beberapa istilah yang juga menggambarkan peran guru, antara lain:
Selain siswa, faktor penting dalam proses belajar mengajar adalah guru. Guru sangat berperan penting dalam menciptakan kelas yang komunikatif. Breen dan Candlin dalam Nunan(1989:87) mengatakan bahwa peran guru adalah sebagai fasilitator dalam proses yang komunikatif, bertindak sebagai partisipan, dan yang ketiga bertindak sebagai pengamat.
Peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat.
Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru, orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat, bangsa dan negara.
3. Siswa
Siswa atau Murid biasanya digunakan untuk seseorang yang mengikut suatu program pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, di bawah bimbingan seorang atau beberapa guru. Dalam konteks keagamaan murid digunakan sebaai sebutan bagi seseorang yang mengikuti bimbingan seorang tokoh bijaksana. Siswa adalah inti dari proses belajar mengajar. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Kemp(1997:4),” students are the center of the teaching and learning process, so they have to be involved in almost all the phrases of the classroom interaction from planning to evaluation.” Untuk mendorong keterlibatan itu sendiri, Brown(1987:115) menekankan pentingnya perhatian pada motivasi belajar siswa. “The foreign language learner who is intrinsically meeting in needs in learning the language will positively motivated to learn. When students are motivated to learn, they usually pay attention, become actively involved in the learning and direct their energies to the learning task.”

4. Bahan pelajaran
Bahan pelajaran adalah substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar. Tanpa bahan pelajaran proses belajar mengajar tidak akan berjalan. Karena itu, guru yang akan mengajar pasti memiliki dan menguasai bahan pelajaran yang akan disampaikannya pada peserta didik.
Bahan pelajaran menurut Arikunto (1990) merupakan unsure inti yang ada di dalam kegiatan belajar mengajar karena memang bahan pelajaran itulah yang diupayakan untuk dikuasai oleh peserta didik.
Jadi, bahan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik akan memotivasi peserta didik dalam jangka waktu tertentu. Dengan demikian bahan pelajaran merupakan komponen yang tidak dapat diabaikan dalam pelajaran, sebab bahan adalah inti dalam proses belajar mengajar yang akan disampaikan kepada peserta didik.
Sedangkan menurut Prof. DR. H. Wina Sanjaya, M. Pd (2010:60) isi atau materi pelajaran merupakan komponen kedua dalam system pembelajaran. Dalam konteks tertentu materi pelajaran merupakan inti dalam proses pembelajaran. Artinya, sering terjadi proses pembelajaran yang diartikan sebagai proses penyampaian materi. Hal ini bisa dibenarkan manakala tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi pelajaran. Dalam kondisi semacam ini, maka penguasaan materi pelajaran oleh guru mutlak diperlukan. Guru perlu memahami perlu secara detail isi materi pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa, sebab peran dan tugas guru adalah sebagai sumber belajar.

5. Kegiatan belajar mengajar
Kegiatan belajar mengajar adalah kegiatan dalam pendidikan. Segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar akan melibatkan semua komponen pengajaran, kegiatan belajar mengajar akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai.
Dalam kegiatan pembelajaran guru dan peserta didik terlibat dalm interaksi dengan bahan pelajaran sebagai mediumnya. Dalam interaksi itu peserta didiklah yang lebih aktif, bukan guru. Guru hanya berperan sebagai motivator dan fasilitator.
Dalam kegiatan pembelajaran aktivitas peserta didik bukan hanya secara individual, tetapi juga dalam kelompok sosial atau interaksi dalam kelompok. Dalam kegiatan pembelajaran guru sebaiknya memperhatikan perbedaan individual peserta didik baik pada aspek biologis, intelektual, dan fsikologis.

6. Metode
Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan pembelajaran metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pembelajaran berakhir.
Winarno Surakhman, mengemukakan lima macam faktor yang mempengaruhi pengguanaan metoda mengajar antar lain ;
- Tujuan yang berbagai-bagai jenis dan fungsinya
- Peserta didik yang berbagai-bagai tingkat kematangannya
- Situasi yang berbagai-bagai keadaannya
- Fasilitas yang berbagai-bagai keadaanya
- Pribadi guru serta kemampuan professional yang berbeda-beda
Metode pembelajaran merupakan proses atau prosedur yang digunakan oleh guru atau instruktur untuk mencapai tujuan atau kompetensi. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran atau melakukan internalisasi terhadap isi atau materi pembelajaran. (Smaldino dkk. 2005. p.15).
Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat dipilih untuk digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Setiap metode memiliki cirri khas tersendiri yang penngunaannya perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Ragam metode pembelajaran yang dapat digunakan antara lain presentasi, diskusi, permainan, simulasi, bermain peran, tutorial, demonstrasi, penemuan, latihan dan kerjasama.

1. Presentasi
Penyampaian informasi dan pengetahuan dari seseorang presenter dengan menggunakan pendekatan komunikasi satu arah. Dalam metode pembelajaran ini, presenter memiliki kemampuan spesifik yang perlu disampaikan kepada pemirsa (audience). Dalam hal ini, pemirsa adalah pesera program pelatihan atau trainee.
2. Diskusi
Metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara membahas masalah atau topic penting untuk memperoleh pemahaman dan pengetahuan. Setiap peserta dapat memberikan opini terhadap masalah atau topic yang didiskusikan.
3. Permainan
Metode pembelajaran ini bersifat kompetitif dan mengarahkan siswa untuk dapat mencapai prestasi atau hasil belajar tertentu. Permainan harus menyenangkan dan memberi pengalaman belajar baru bagi siswa. Pada umumnya, dalam metode pembelajaran permainan, ada pihak yang menang. Pihak yang menang akan mendapat reward, sedangkan pihak yang kalah perlu berlatih lebih keras untuk memenangkan permainan.
4. Simulasi
Metode pembelajaran ini mengharuskan siswa melakukan peran tertentu diluar dirinya sendiri atau melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan dalam sebuaj situasi baru. melalui proses simulasi, siswa akan memperoleh pengalaman belajar yang mendekati situasi nyata.
5. Bermain peran
Bermain peran merupakan kegiatan belajar dalam sebuah situasi yang mendakati situasi yang sesungguhnya. dalam metode ini biasanya digunakan model yang relistik. Dalam metode pembelajaran ini, siswa diminta memerankan sesuatu yang belum pernah dialami sebelumnya.
6. Tutorial
Tutorial dapat diartikan sebagai penyajian informasi, konsep dan prinsip yang melibatkan siswa secara aktif di dalamnya. metode ini biasanya digunakan untuk aktifitas pembelajaran yang bersifat perbaikan atau remedial.
7. Demonstrasi
Dalam metode demonstrasi, seorang instruktur memperlihatkan cara melakukan proses atau prosedur tertentu secara sistematik kepada siswa. metode ini akan memberi dampak positif jika diikuti dengan aktivitas praktek oleh siswa. siswa mengamati cara instruktur melakukan proses kerja dengan benar.
8. Penemuan
Penemuan merupakan metode pembelajaran yang menerapkan pendekatan induktif, siswa untuk dapat menemukan sesuatu secara coba-coba atau trial and error. dengan mempelajari kasus-kasus, siswa akan menemukan prinsip-prinsip dari pengetahuan yang dipelajari.
9. Latihan
Metode latihan dan pengulangann biasa disebut juga dengan istilah drill and practice, yaknii metode yang menekankan pada latihan intensive yang berulang-ulang dengan tujuan agar siswa dapat menguasai keterampilan yang bersifat spesifik. latihan dan pengulangan akan mengarahkan siswa untuk menguasai pengetahuan keterampilan dalam topic atau mata pelajaran tertentu.
10. Kerjasama
Metode kerjasama menekankan pada upaya untuk membangun pengetahuan dan keterampilan melalui kolaborasi antar siswa. dalam melakukan metode pembeljaran ini, para siswa diminta untuk menghasilkan sebuah proyek bersama dengan bimbingan intensive dari instruktur atau guru.
7. Alat/ Media
Alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Alat dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu alat dan alat bantu pengajaran, yang dimaksud dengan alat adalah berupa suruhan, perintah, larangan dan sebagainya. Sedangkan alat bantu pengajaran adalah globe, papan tulis, batu tulis, batu kapur, gambar, diagram, slide, video dan sebagainya.

8. Sumber
Yang dimaksud dengan sumber-sumber bahan dan belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran atau asal untuk belajar seseorang.
Roestiyah (1989:52) menyatakan bahwa sumber-sumber belajar itu adalah:
 Manusia (dalam keluarga, seklah dan masyarakat)
 Buku/perpustakaan
 Media massa (majalah, surat kabar, radio, TV, dll)
 Dalam lingkungan
 Alat pelajaran (buku pelajaran, peta, gambar, kaset, tape, papan tulis, kapur, spidol, dll)
 Museum (tempat-tempat penyimpanan benda kuno)

9. Evaluasi
Istilah evaluasi berasal dari bahasa Inggris, evaluation. Jadi, menurut Wand dan Brown, evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Sesuai dengan pendapat di atas, maka menurut Wayan Nurkanca dan Sumatana (1983:1) evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau prses untuk menentukan nilai segala sesuatu dalam dunia pendidikan atau segala sesuatu yang ada hubungannya dengan dunia pendidikan.
Bebeda dengan pendapat tersebut, Dr. Roestiyah N. K (1989:85) menyatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan, mengumpulkan data-data seluas-luasnya, sedalamnya, yang bersangkutan dengan kapabilitas peserta didik guna mengetahui sebab akibat dari hasil belajar peserta didik yang dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan belajar.
Evaluasi merupakan komponen terakhir dalam system proses pembelajaran. Evaluasi bukan saja berfungsi untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, tetapi juga berfungsi sebagai umpan balik bagi guru atas kinerjanya dalam pengelolaan pembelajaran. Melalui evaluasi kita dapat melihat kekurangan dalam pemanfaatan berbagai komponen system pembelajaran.

BAB III
KESIMPULAN

Ciri pembelajaran yang efektif, yaitu:
1. Siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui mengobservasi, membandingkan, menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan,
2. Guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi dalam pelajaran,
3. Aktivitas-aktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada pengkajian,
4. Guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada siswa dalam menganalisis informasi,
5. Orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir, serta
6. Guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan dan gaya mengajar guru.

Komponen-komponen Pembelajaran terdiri dari:
1. Tujuan
2. Guru
3. Siswa
4. Materi Pembelajaran
5. Kegiatan Belajar Mengajar
6. Metode
7. Alat/bahan
8. Sumber
9. Evaluasi



DAFTAR PUSTAKA

Pribadi,Benny.A.2009.Model Desain Sistem Pembelajaran.Dian Rakyat.Jakarta.
Sanjaya,Wina.2010.Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.Prenada.Jakarta.
Tanjung,Flores.2011.Strategi Belajar Mengajar Sejarah.UNIMED.
http://husamah.staff.umm.ac.id/files/2010/03/MakaLah-Komponen-PembeLajaran.pdf